• Latest News

    01 March 2016

    Ridwan Kamil Putuskan Tidak Ikut Serta Dalam Pilkada DKI Jakarta.

    Jakarta, INDIKASI News -- Konvensi bakal calon gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra belum selesai, walau masih ada beberapa calon yang tengah digodok, tetapi hasil dari ajang tersebut tanpaknya sudah jelas.

    Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno tampaknya direstui petinggi partai politik besutan Prabowo Subianto untuk maju di laga penentuan Pilgub DKI Jakarta 2017.

    Ini dikatakan, karena hari ini (Senin 29 Februari 2016) Ridwan Kamil mundur dari bursa Pilgub DKI.

    "Ridwan Kamil memang cocok untuk mempimpin Jakarta, tapi kita mempunyai rencana lain untuk dia," tutur Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono di Jakarta, Senin (29/2/16).

    Dijelaskan Arief, Ridwan Kamil tidak akan maju untuk Pilgub DKI karena sudah dipersiapkan untuk maju di Pilgub Jabar 2018.

    Arief membeberkan tidak cuma kursi Jabar Satu yang telah dipersiapkan Prabowo Subianto untuk Ridwan Kamil.

    "Sosok Ridwan Kamil juga akan disiapkan untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden 2019," ungkapnya.

    Kang Emil sendiri mengaku telah mendengar berbagai macam masukan, baik dari sejumlah tokoh maupun masyarakat. Hingga dia memutuskan untuk tak ikut serta dalam Pilkada DKI Jakarta.

    Dia mengaku mendapat saran dari 5 tokoh besar di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    Bahkan hingga Minggu, 28 Februari 2016, dia masih mendapat permintaan untuk melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh.

    "Yang menarik di luar ekspektasi saya, saya dipanggil dan diberi masukan oleh Presiden Jokowi, dipanggil juga oleh Bapak Prabowo, dipanggil juga oleh Ketua MPR, Ketua DPR, termasuk Ketua DPD, bahkan 3 sampai 4 menteri menyampaikan," kata Emil di Balai Kota Bandung, Jabar.

    "Saya menduga karena skala strategisnya Pilgub Jakarta ini sangat luar biasa."

    Namun bukan berarti dia kecil hati. Ridwan sadar betul bahwa dia bisa menyaingi Ahok dalam Pilkada Jakarta. Sebab, elektabilitasnya sudah sangat tinggi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

    "Banyak laporan sebulan terakhir terutama masalah elektabilitas. Saya tidak melakukan pergerakan politik, saya pasif. Walaupun pasif, popularitas ada di 60-70 persen untuk seorang yang belum menyatakan ikut pilkada. Menurut saya, ya alhamdullilah," tutur Ridwan.

    Dia melanjutkan, jika dihitung dengan matematika, bukan tak mungkin ia bisa mengalahkan Ahok. Sebab berdasarkan pengalamannya sebagai Wali Kota Bandung, dulu dia hanya bermodal 6 persen, sementara sang petahana mencapai 50 persen.

    Ridwan menyatakan akan tetap maju sebagai cagub DKI Jakarta, tapi tidak untuk Pilkada 2017 ini. Saat ini dia ingin menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Wali Kota Bandung.

    "Saya maju ke Jakarta (sebagai cagub DKI), tetapi tidak sekarang," tutur Ridwan Kamil. (ht-rd)
    Scroll to Top