Pemalang, INDIKASI News -- Seluruh warga masyarakat pemalang hususnya wilayah kecamatan belik menghendaki beropersinya kembali Bus Akap Jakarta-Belik.
Dulu sempat beroperasi sekitar dua bulan, tapi seketika dihentikan oleh Pemkab Pemalang akibat aksi demo preman bayaran oknum bus tigaperempat yang notabenya cemburu penumpangnya berkurang yang ke arah terminal Pemalang.
![]() |
| Ilustrasi |
Menurut Kepala Desa Belik Ratno, ekonomi warga Pemalang Selatan sangat terbantukan dengan beroperasinya Bus Akap di Belik, khususnya petani nanas madu yang membawa nanas ke Jakarta akan lebih mudah dan bisa menghemat anggaran hingga 50 persen.
Kemudian para perantau dan pekerja bisa menekan ongkos tranportasi hingga 50 persen karena notabenya masyarakat pemalang selatan hampir separuhnya adalah perantau. Menghidari aksi pemerasan oknum bus tiga perempat yang menarik ongkos angkutan semaunya sendiri. Meningkatkan perekonomian masyarakat pemalang selatan, dan memamfaatkan terminal Belik yang sudah di bangun megah.
Warga sangat mengecam tindakan Pemkab yang menghentikan beroperasinya bus Akap, secara tidak langsung membunuh perekonomian masyarakat Pemalang Selatan.
“Kami sangat berharap Pemkab Pemalang membuka kembali beroperasinya Bus Akap untuk menghidupkan kembali ekonomi masyarakat selatan, kalau perlu nanti kami siap kerahkan massa untuk orasi ke gedung dewan. Kami sudah kordinasi dengan seluruh kepala desa Kecamatan Belik dan sejumlah perwakilan masing-masing desa untuk membahas langkah selanjutnya demi terwujudnya beroperasinya kembali Bus Akap di terminal Belik. Tegas warga. (tim)
