Jakarta, INDIKASI News -- Dukungan Partai Hanura kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta membuat internal partai bergejolak. DPD Partai Hanura DKI Jakarta telah menyiapkan sanksi bagi kadernya yang tidak mendukung Ahok.
Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Rahmat HS mengatakan bahwa Ketua DPD Hanura DKI Mohamad "Ongen" Sangaji mengancam siapa saja yang tidak mendukung Ahok.
Menurut dia, deklarasi dukungan Hanura terhadap Ahok, Sabtu (26/3/16), berlangsung atas dasar ancaman dari Ongen.
"Keputusan deklarasi kemarin itu dalam tekanan. Ongen Sangaji mengancam semua kadernya termasuk saya. Kalau tidak mendukung Ahok, pilihannya hanya 3, diam, keluar, atau dipecat," ujar Rahmat di Jakarta, Minggu (27/3/16).
Rahmat memilih menerima ancaman tersebut dengan memutuskan keluar dari partai. Tak hanya Rahmat, Wakil Ketua DPD Hanura DKI bidang pembinaan eksekutif dan legislatif Bustami juga mengundurkan diri.
Dia memprediksi, akan semakin banyak pengurus DPD yang mengundurkan diri. Pasalnya, banyak kader yang menolak keputusan Hanura mendukung Ahok.
"Terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Sekalipun mereka mendukung, tetapi hatinya menolak," ujar Rahmat.
Rahmat juga mengatakan, 90 persen kader Hanura sebenarnya tidak mendukung Ahok. Sebab, mekanisme penjaringan yang selama ini berlangsung di Partai Hanura tidak pernah memunculkan nama Ahok.
Mayoritas kader, menurut dia, cenderung tidak menyukai sosok Ahok. Rahmat juga menyampaikan bahwa sejauh ini mekanisme penjaringan di internal partai sedianya masih berlangsung.
Seharusnya, pada Mei nanti, Hanura baru menggelar rapat pimpinan untuk membawa nama kandidat ke DPP. "Tapi beberapa hari lalu DPP melakukan rapat dengan sebagian anggota DPD dan memutuskan mendukung Ahok," ujar Rahmat. (ht-rd)
