Jakarta, INDIKASI News -- Menjadi bupati dan wakil bupati itu memang enak. Kekuasaan dalam pengelolaan anggaran dan penataan birokrasi berada ditanganya di wilyah yang di pimpinnya
Namun kekuasaan itu kadang membuat lupa kalau tidak ada satupun penduduk indonesia yang kebal terhadap hukum.
Salah satu bukti paling menghebohkan minggu ini adalah tertangkapnya pejabat daerah dalam kasus narkoba merupakan bobroknya mental pejabat daerah di negeri ini.
Bupati Ogan Ilir Noviandi Mawardi dan wakilnya Ilyas Pandi dalam penggunaan obat terlarang merupakan kasus yang makin memperburuk citra kepemimpinan di daerah.
Noviandi dan Ilyas adalah pasangan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Ogan Ilir yang di tangkap petugas BNN. Mereka di gerebek dan di tangkap setelah di intai selama tiga bulan oleh polisi hingga minggu 13 Maret 2016 lalu mereka tertangkap bagai ikan terjaring pukat.
Penggerebekan itu berlangsung menegangkan di lokasi kompleks Poligon Kecamatan Ilir Barat I. Satu persatu di ge¬landang tanpa perlawanan berarti dari dua pejabat tersebut.
Selain bupati dan wakil, ada pula salah satu kepala dinas dan satu penjaga rumah yang juga ikut ditangkap.
Penggerebekan itu terjadi di rumah orang tua Ahmad Wazir Noviadi yang juga mantan bupati selama 10 tahun, dari 2005 -2010. Sang mantan bupati tersebut sempat menghalang-halangi petugas BNN namun akhirnya dia menyerah juga. Penangkapan tersebut berlasung sejak pukul 18.20 - 22.00. (Amr)
