Jakarta, INDIKASI News -- Beberapa kalangan di Jakarta sangat menyayangkan tindakan “Konsorsium Kota ” yang menghentikan aktivitas aspiratif seni musik oleh Kelompok Musik di bawah pimpinan Sdr. Ireng pada malam hari Selasa, 27 April 2015, diantaranya Indikasinews.com yang saat itu bertandang ke Kota Tua Jakarta.
Menurut sumber yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan bahwa Pembunuhan Karakter itu lebih sadis dari pada Pembunuhan Koruptor.
Kami sempat menurunkan music dengan tembang-tembang yang menghibur para pengunjung Kota Tua, tapi kemudian dihentikan oleh Konsorsium dengan alasan yang mendasar dan tidak jelas, sehingga kami sebagai bagian dari warga masyarakat kota Jakarta merasa tidakan Konsorsium ini nyata-nyata mematikan potensi kami dibidang seni dan ini berdampak sampai pada seniman-seniman lainnya yang sedang menurunkan kemampuan inspiratif mereka. Selanjutnya suasana Kota Tua jadi sepi. (ujarnya)
Indikasinews.com akan melakukan penyelidikan bahkan ketingkat advokasi terhadap permasalahan yang dialami oleh para seniman di Kota Tua secara spesifik terkait permasalahan yang dialami dan secara proporsional juga akan mengecek keberadaan Kota Tua hingga saat ini disemua aspek pengelolaan Kota Tua yang nota bene dicanangkan sebagai Kawasan Seni oleh Pemerintah Pusat.
Kalau memang demikian pencanangan Kota Tua ini sebagai Kawasan Seni, maka Master Plannya harus jelas dan transparan kepada publik, sehingga nantinya juga harus dilakukan uji publik terhadap kebijakan-kebijakan yang diturunkan bagi Pembangunan Kawasan Kota Tua ini, terutama Institusi-institusi yang berkompeten, baik dari tingkat pusat sampai ke daerah yakni diantaranya Kementerian Pariwisata hingga pada Dinas Pariwisata Propinsi DKI. (AyA)
Menurut sumber yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan bahwa Pembunuhan Karakter itu lebih sadis dari pada Pembunuhan Koruptor.
Kami sempat menurunkan music dengan tembang-tembang yang menghibur para pengunjung Kota Tua, tapi kemudian dihentikan oleh Konsorsium dengan alasan yang mendasar dan tidak jelas, sehingga kami sebagai bagian dari warga masyarakat kota Jakarta merasa tidakan Konsorsium ini nyata-nyata mematikan potensi kami dibidang seni dan ini berdampak sampai pada seniman-seniman lainnya yang sedang menurunkan kemampuan inspiratif mereka. Selanjutnya suasana Kota Tua jadi sepi. (ujarnya)
Indikasinews.com akan melakukan penyelidikan bahkan ketingkat advokasi terhadap permasalahan yang dialami oleh para seniman di Kota Tua secara spesifik terkait permasalahan yang dialami dan secara proporsional juga akan mengecek keberadaan Kota Tua hingga saat ini disemua aspek pengelolaan Kota Tua yang nota bene dicanangkan sebagai Kawasan Seni oleh Pemerintah Pusat.
Kalau memang demikian pencanangan Kota Tua ini sebagai Kawasan Seni, maka Master Plannya harus jelas dan transparan kepada publik, sehingga nantinya juga harus dilakukan uji publik terhadap kebijakan-kebijakan yang diturunkan bagi Pembangunan Kawasan Kota Tua ini, terutama Institusi-institusi yang berkompeten, baik dari tingkat pusat sampai ke daerah yakni diantaranya Kementerian Pariwisata hingga pada Dinas Pariwisata Propinsi DKI. (AyA)

