• Latest News

    09 May 2015

    Pilkada di Buang Sayang

    Oleh: Suwadjito (Ketua Umum DPP LSM PRAMUKTI)

    Jakarta, INDIKASI News -- Kendati Undang Undang Pilihan Kepala Daerah (PILKADA) belum di sahkan, Partai Politik telah membuka peluang pendaftaran Bakal Calon, hal ini dilakukan karena mendesaknya waktu pelaksanaan yang hanya tinggal hitungan bulan.

    Jabatan Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk periode 2015 – 2020 0leh Pemerintah Pusat akan digelar melalui PILKADA SERENTAK di ikuti 273 Daerah se Indonesia yang akan dilaksanakan bulan Desember tahun ini, termasuk diantaranya Wilayah Kabupaten OKU Timur.


    Seperti kita ketahui bersama bahwa, Kabupaten OKU Timur adalah hasil pemekaran dari Kabupaten OKU (Induk) dan telah 2 kali melaksanakan PILKADA. Periode pertama 2005 – 2010 di ikuti 6 Calon dimenangkan Herman Deru, periode kedua 2010 – 2015 di ikuti 2 Calon kembali dimenangkan Herman Deru kemudian, periode ketiga 2015 – 2020 dikabarkan ada belasan Bakal Calon lalu, siapakah yang akan menang menggantikan Herman Deru ?.


    Dalam dunia persilatan Pemilihan Kepala Pemerintahan ada ada saja cerita menarik mengiringi para tokoh bakal Calon yang berhasil menduduki KURSI TAMPUK PIMPINAN. Kita mulai dari seorang Kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Abdul Rahman Wahid alias Gusdur misalnya, dalam pencalonanya sebagai Presiden RI ke empat ada lawak an (humor) “Siapa yang mau naik mobil sopirnya Gusdur ? “ tentu saja banyak yang tidak mau.

    Ternyata dengan tak terduga JADI PRESIDEN RI ke 4 kemudian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu mundur dari jabatan Menkopolkam kemudian mendirikan Partai Demokrat, setelah dibilang Suami Megawati (Presiden RI ke 5) yakni Taufiq Kiemas sebagai “Jenderal kekanak kanak an}” juga menang dalam Pilpres sebagai Presiden RI ke 6.

    Demikian juga Joko Widodo (JOKOWI), setelah di bilang GOBLOG (Bodoh) sebagai Wali Kota Solo oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waloyo bisa menang dalam pencalonanya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan tak lama kemudian, menang dalam Pilihan Presiden (PILPRES) jadi Presiden RI ke 7.

    Perkembangan Politik di Negara kita memang sedetik bisa berubah, termasuk di OKU Timur dalam arena rebutan Kursi Bupati Pilkada pertama. Dari 6 pendamping (Calon Wakil Bupati) hanya ada cerita menarik dari Kholid Mawardi yang sa’at itu menjabat sebagai Camat Madang Suku I.

    Selain sebagai Pegawai Negeri Sipil rupanya juga pintar berdakwah sering mengisi acara Pengajian hampir diseluruh wilayah Kecamatan yang ada sehingga, oleh masyarakat setempat diberi gelar sebagai Kiai kemudian, sa’at menjelang Pilkada telah santer beredar kabar bahwa Sang Camat / Kiai Kholid Mawardi akan jadi Calon Wakil Bupati mendampingi Amri Iskandar yang kala itu menjabat sebagai Pelaksana Harian (PLT) Bupati Persiapan OKU Timur, yang diketahui masih ada hubungan keluarga dengan Pangdam Sriwijaya Mayjen Syahrial BP.

    Peliung dan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman. Wajar jika banyak fihak yang meramalkan pasangan ini bakal menang. Namun sayang, ternyata Amri Iskandar lengah. Pasanganya yang kala itu ibarat KEMBANG DESA SEDANG MEKAR tidak segera DILAMAR, peluang ini dijadikan kesempatan Bakal Calon lain yakni Herman Deru untuk merebutnya … WIS TAK LAMAR MAS ungkap Herman Deru kala itu menghubungi penulis melalui ponselnya. Sejak itulah Kholid Mawardi terlunta lunta kehilangan jabatan sebagai Camat dan masuk bangku Puann ………..njang alias NON JOB.

    Namun, setelah Pilkada di gelar ternyata pasangan Herman Deru Kholid Mawardi (HDC) sebagai pemenangnya. Sebagai salah satu Ormas Wong Cilik yang berdiri sejak tahun 2002 di OKU Timur, kami berharap sebelum dan setelah pelaksanaan PILKADA nanti, kondisi OKU Timur tetap aman dan tenteram. Bagi Kandidat yang kalah diminta untuk LEGOWO karena kita semua tahu bahwa KEGAGALAN adalah keberhasilan yang TERTUNDA seperti juga yang dialami Herman Deru, sebelum jadi Bupati OKU Timur, telah 2 kali mengalami kegagalan dalam PILKADA, demikian juga Iskandar, SE (Bupati OKI sekarang) hampir sama, 3 kali ikut PILKADA baru menang.

    Kalah dan menang dalam PILKADA itu hal biasa namun, bila kenyataanya MENANG kemudian ternyata KALAH itu sangat menyakitkan, seperti kenyataan yang dialami Calon Wali Kota Palembang Sarimuda. Jabatan Petinggi Daerah itu selain mengemban Amanat Rakyat juga mengemban AMANAH TUHAN, jangan sekali kali direkayasa apalagi memaksakan kehendak, selain tidak berkah bakal menerima Azhab sangat mengerikan. Seperti Romi Herton rival Sarimuda Sang Walikota Palembang sa’at ini hidupnya SENGSARA.

    Sudah tidak jadi Wali Kota Palembang, bersama Istrinya masuk Penjara. Atas kasus suap Pemenangan hasil pilkada bersama Akil Muhtar (mantan ketua MK). Adalah cermin kita semua untuk instropeksi diri. Buat Pak Jokowi tolong lantiklah Sarimuda, “dio itu yang menang”. Ungkap Mang Cik Din warga Palembang . (sp) ………. Bersambung.

    Scroll to Top