Jakarta, INDIKASI News -- Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Jakarta, Agung Laksono mengungkapkan, pihaknya bersama dengan kubu Aburizal Bakrie akan membentuk tim khusus untuk menjaring bakal nama calon kepala daerah untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Untuk itu akan ditindaklanjuti dengan ditetapkan semacam tim kerja dari masing-masing di tingkat nasional," ujar Agung sesuai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Golkar di rumah dinas, Jakarta, Senin (25/5).
Agung mengatakan, tim khusus tersebut terdiri dari enam orang yang dibagi proporsional masing-masing kubu. Namun, Agung mengungkapkan, belum ada penunjukkan tiga perwakilan dari kubunya. Begitu juga dengan kubu Aburizal.
Menurut dia, pertemuan antara kedua kubu akan dilakukan pada Rabu (27/5) atau Kamis (28/5). Pertemuan akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat.
"Nanti dalam minggu ini bisa Kamis atau Rabu itu diadakan penandatanganan secara formal. Sekali lagi ini adalah kesepakatan bersama khusus dalam menghadapi mensukseskan pilkada," ucapnya.
Adapun mekanisme penjaringan kader untuk dicalonkan sebagai kepala daerah akan menggunakan jasa surveyor. Disepakati, calon yang mempunyai elektabilitas tertinggi akan dicalonkan menjadi kepala daerah.
"Jadi sepanjang dia ratingnya baik karena memang track recordnya baik, kapasitas bagus, itu hasilkan elektabilitas tinggi dan itu yang akan diusung," katanya.
Agung memastikan, tidak akan ada dualisme kepengurusan partai sebab KPU hanya menghendaki satu kepengurusan yang sah. Oleh karenanya, proses banding akan terus dilangsungkan sampai batas waktu yang ditetapkan oleh KPU. Ini sekaligus menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kepengurusan yang sah untuk menandatangani calon yang diajukan ke KPU.
"Kesepakatan nanti nama-nama yang akan dilaporkan ke KPU adalah yang diusung oleh DPP Partai Golkar. Yang dalam hal ini diakui KPU berdasarkan UU Pilkada dan UU Parpol. Jadi jelas itu. Kami tidak ingin yang diluar itu," tuturnya. (pn)
