Jakarta, INDIKASI News -- Pengamen mengamuk menggunakan pisau menusuk pasangan suami istri yang merupakan kakak iparnya sendiri di rumah kontrakan, Jalan Kalibaru Barat IV, RT05/07, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (22/5). Mulyani, 32 tewas di tempat akibat luka tusuk di jantungnya. Sedangkan, Soleh Raharjo, 30 dirawat di RSUD Koja luka tusuk dipunggung kanan.
Bocah berusia 4 tahun anak tetangganya, Almas Khairul Basyar alias Rafa ikut menjadi korban ketika ia disandra tersangka, Aji Sahputra, 25 saat ingin ditangkap warga sekitar. Dalam sekapan kedua kaki Almas disayat korban hingga luka 30 jahitan. Aksi nekat tersangka diduga akibat pengaruh obat penenang yang dikonsumsinya seminggu terakhir.
Wakapolres Jakarta Utara, AKBP Asep Adisaputra mengatakan, pihaknya awalnya mendapat laporan dari warga setempat bahwa ada anak kecil disandera . Polisi kemudian membujuk tersangka agar melepas bocah itu, namun tidak digubris. Malah tersangka semakin beringas mengamuk membekap anak tetangganya tersebut.
“Tembakan peringatan tidak digubris, malah semakin melawan. Makanya kami terpaksa melumpuhkannya untuk menyelamatkan anak itu. Tersangka lalu kami bawa ke rumah sakit, tapi dalam perjalanan tersangka mengamuk di dalam mobil ambulance terhadap anggota hingga terpaksa menembak mati tersangka,” kata Asep Adi Saputra.
Asep mengatakan, pada awalnya tersangka memiliki masalah utang dengan orang lain kemudian meminum sembilan butir obat penenang . Setelah itu tersangka yang biasa mengamen di kawasan Jalan Raya Cilincing menyandera anaknya sendiri Darwati, 21, istri tersangka kemudian panik membangunkan Kakak Iparnya yang rumahnya tak jauh dari lokasi.
Kemudian bersama Darwati, dua korban menemui tersangka di rumah kontrakannya dan menanyakan permasalahannya dan ingin mengambil keponakannya bernama Bagas, 9 bulan. Tersangka malah mengamuk lalu menusuk korban, Soleh Raharjo hingga mengenai punggung kanan. Saat bersamaan istrinya, Mulyani mencoba merebut Bagas namun kalah cepat. Pisau dapur yang digenggam tersangka tepat mengenai jantung Mulyani hingga tewas.
Ketua RT, Kliwon, 40 mengatakan masih sempat melihat Mulyani kabur dari dalam kontrakan dalam kondisi tertusuk di dada kiri. Dibantu suaminya yang juga terluka dibawa warga ke Puskesmas Dewa Kembar Cilincing. Karena luka Mulyani yang sangat parah kemudian dirujuk ke RSUD Koja, namun dalam perjalanan meninggal dunia.
Warga sekitar kemudian berusaha mengamankan tersangka, karena panik ia kemudian masuk ke rumah kontrakan tetangganya, Dahlia, 30 lalu menyandera anak pertamanya, Almas Khairul Basyar dengan mengalungkan pisau di leher. Dalam kondisi meanangis kedua kakinya disayat tersangka. “Saya lihat disayat, setiap warga yang mendekati pintu pake pisau. Pelaku juga sempat mengobati bocah yang disayat pake obat merah lalu diperban. Dia juga mandiin itu bocah,” tukasnya.
Anggota Polsek Cilincing dan Polres Jakarta Utara berupaya menyelamatkan korban Almas yang masih dalam sekapan tersangka dipimpin langsung Wakapolres Jakarta Utara dan tokoh masyarakat setempat.
Namun pelaku melawan dengan menyerang petugas pakai senata tajam dan selanjutnya dalam keadaan overmach, petugas melumpuhkan dengan cara menyergap dan menembak tersangka. “Tersangka meninggal di dalam mobil ambulance dilakukan tindakan tegas karena melawan anggota polisi yang ada di mobil menggunakan gagang dongkrak mobil,” jelas Asep.
Istri tersangka, Darwati, 20 menyebutkan suaminya memiliki hutang Rp 2 juta kepada bos ikan dan baru tahu, sekitar pukul:20.00 WIB, saatn datang ke rumahnya menagih. “ Sepertinya uangnya digunakan untuk foya-foya minum,” ujar Darwati.
Sejak itu, Darwati dan tersangka ribut karena stres ia lalu menenggak pil penenang dan sekitar pukul:22.00 wib malam menyandra anak kandungnya sendiri. “Saya sempat rebutan tapi, ia mengancam akan membunuh anak saya, Bagas makanya saya kabur minta tolong ke warga dan kakak Ipar,” ingat Darwati. (pk)
