Jakarta, INDIKASI News -- SURGA itu di telapak kaki ibu, begitu hadits Nabi mengatakan. Anak menuju jalan ke surga atau neraka, semua tergantung ibu mendidiknya sedari kecil. Sebab hanya wanita yang bisa mendidik dengan asih, asah dan asuh. Jokowi sangat mengakui peran besar wanita dalam pembangunan bangsa. Karenanya, saat jadi Walikota Solo dan Gubernur DKI, Kepala Satpol PP-nya selalu wanita. Dan sekarang, saat memilih Panitia Seleksi (Pansel) untuk pimpinan KPK, sengaja dipilihnya 9 wanita piawai di bidangnya.
Joko Widodo sejak bocah yang tidak doyan makan dan suka main di pinggir kali, sampai menjadi presiden sekarang, tak lepas dari peran besar Ny. Sudjiatmi, sang ibu, bagaimana dia mendidik anak-anaknya. Maka benarlah hadis Nabi yang mengatakan: surga itu terletak di kaki ibu. Sebab dengan asih, asah dan asuh-nya, seorang ibu mampu mengarahkan anak-anakya ke jalan yang benar.
Ada yang bilang, wanita bertindak berdasarkan perasaan, dan lelaki berdasarkan pemikiran. Bagi Jokowi, karena “perasaan” tersebut, seorang wanita yang diberi tanggungjawab akan bisa bertindak tegas tapi penuh kelembutan. Karenanya, sejak jadi Walikota Solo sampai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi selalu memilih Kepala Satpol PP seorang wanita.
Presiden Jokowi punya wewenang untuk menentukan siapa saja yang pantas menjadi Pansel pemilihan pimpinan KPK. Bila selama ini pansel selaku diisi kaum Adam, kali ini dia bikin kejutan, dari 9 orang itu semua kaum Hawa! Apa latar belakangnya sehingga presiden memilih tokoh-tokoh wanita, hingga kini belum terungkap. Yang pasti, bila mereka naik busway di jalanan Ibukota, akan kompak duduk bersama di bagian depan!
Hampir semua kalangan mengapresiasi langkah Jokowi ini. Bila ada penolakan, justru oleh mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua. Sebagai muslim, dia menilai wanita tak layak diberi tanggungjawab demikian besar. Abdullah pun mengutip hadis Nabi, “barang siapa menyerahkan pemerintahan kepada perempuan, tunggulah kehancurannya.” Maka bagi Abdullah, pansel KPK diisi 9 orang seluruhnya wanita pertanda kiamat sudah dekat. (pk)
