Jakarta,INDIKASINews.com -- Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017, partai politik di Jakarta tengah mempersiapkan kader-kadernya untuk maju. Partai Demokrat (PD) mengutamakan kader internal partai untuk diusung sebagai calon gubernur (Cagub) DKI 2017. Saat ini ada tujuh nama balongub yang akan diusung, salah satunya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), putra kedua mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Ada tujuh nama yang sudah terjaring, dan PD serius untuk (maju) Pilgub DKI dan yang mencolok dimunculkan kader dan publik ada tujuh nama," kata Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat Ramadhan Pohan di Novotel Hotel, Bogor, Kamis (31/3/16).
Pada acara pelatihan kader PD tersebut, mantan Jurnalis ini mengungkapkan dari tujuh nama kader PD masing-masing memiliki market yang diperhitungkan. Namun yang berpeluang untuk diusung sebagai Cagub DKI adalah Nachrowi Ramli, Roy Suryo, Soekarwo, Dede Yusuf, Rachland Nashidik, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) putra kedua mantan Presiden RI.
Menurut Ramadhan tokoh-tokoh tersebut dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik serta potensial untuk diusung menjadi cagub DKI. Seperti misalnya seperti Ketua DPD Jawa Timur Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo memiliki pengalaman dalam mengelola daerah dengan pengalamannya menjadi Gubernur Jawa Timur (Jatim) selama dua periode.
"Jelas modal kuat. Sukses memimpin pembangunan provinsi terbesar kedua Indonesia, saatnya mungkin untuk Pakde Karwo memimpin provinsi terbesar yakni DKI Jakarta. Track record Pakde jelas dan kuat," bebernya.
Kemudian Ibas, dia dianggap sebagai sosok muda dan cukup populer serta memiliki pengalaman pada jabatan strategis partai. Mas Ibas dua kali memenangkan Pileg. Sekarang memimpin Fraksi PD di parlemen. Kepemimpinannya kuat, tegas, dan terukur. Referensi soal pembangunan kota Mas Ibas juga punya," papar Pohan.
Sandiaga
Partai Gerindra kian mempersiapkan diri. Tak hanya Partai Gerindra, para bakal calon (Balon) Gubernur yang turut serta dalam proses penjaringan kerap berupaya keras guna mendapatkan 'tiket' berlaga dalam Pilkada nanti.
Terkait hal itu, Balon Gubernur DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahudin Uno menyatakan bahwa dirinya akan terus berupaya dekat dengan warga DKI. Menurutnya, warga DKI Jakarta saat ini membutuhkan pemimpin yang dekat dengan warga.
"Saya sudah 48 hari mengunjungi warga DKI. Mereka mau pemimpinya dekat dengan warga, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi Gubernur DKI saat itu," kata Sandiaga Uno dalam pertemuanya dengan wartawan Balai Kota di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (31/3/16).
Pria yang berlatar belakang pengusaha itu menjelaskan, Partai Gerindra pada Senin (5/4) mendatang akan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) tingkat Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Hal itu dilakukan, untuk memberikan feedback terhadap hasil pertemuan Balon yang dijaringnya dengan warga.
"Selama proses penjaringan saya merasa beruntung bisa menemui warga. Khususnya warga yang akan digusur. Mereka mau diatur dan ditertibkan melalui sosialisasi dan pendekatan penjelasan yang saling menguntungkan," ujarnya.
Selain itu, lanjut Sandiaga, apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya ingin mengedepankan demokrasi yang sejuk dan tidak terpecah belah. Selain itu, lanjut dia, membuka lapangan pekerjaan dan biaya hidup yang murah. Sebab, kata dia, sebagai Ibu Kota Negara, kondisi kantong-kantong kemiskinan saat ini masih memprihatinkan.
Berbekal pengalaman membina Usaha Mikro Kecil Menengah selama 15 tahun, memberikan modal usaha kepada wirausaha selama 12 tahun dan membuat program perempuan mandiri, dirinya yakin harapan warga DKI Jakarta untuk hidup lebih baik dari hari ini dapat terwujud.
"Saya akan lebih sering turun ke wilayah menengah kebawah. Saya yakin dengan sentuhan ekonomi warga Jakarta kedepannya menjadi lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Tim relawan Yusril Ihza Mahendra hari ini mendatangi Fraksi DPRD DKI Gerindra. Koordinator Duta Yusril, Ferry Noer mengungkapkan maksud kedatangan timnya untuk mengambil formulir penjaringan bakal calon (balon) gubernur dari Gerindra.
"Kita meminta dua form mengenai permohonan penjaringan dan soal surat kesediaan," kata Ferry di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/16). (ht-rd)
