Manado, INDIKASINews -- Kepolisian Daerah Sulut sedang membidik sejumlah dugaan kasus korupsi di Bumi Nyiur Melambai. Tak tanggung-tanggung kasus-kasus tersebut menyentuh angka miliaran.
"Ada beberapa kasus yang sedang kita tangani sekarang," ujar Kasubdit Tipikor Polda Sulut, AKP Gani Fernando Siahaan, pekan lalu.
Saat ditanya kasus-kasus tersebut, AKBP Gani enggan berkomentar banyak. "Kita tunggu saja, yang pasti saat ini sudah ada yang masuk sidik dan ada yang masih lidik," ujarnya.
Terkait dugaan total kerugian negara, menurutnya indikasi kerugian negara ada yang mencapai Rp 4 miliar. Ada juga yang berkisar Rp 2 miliar.
"Dugaan kerugiannya beragam, dari tiap kasus yang ada. Ada yang Rp 4 miliar, ada juga yang Rp 2 miliar. Korupsi mega proyek yang cukup besar," kata dia.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya memang bekerja keras untuk menuntaskan berbagai kasus korupsi di Sulut. Penghargaan penanganan korupsi terbaik tahun lalu, memotivasi pihaknya untuk lebih bekerja keras.
"Pasti kami lakukan itu. Upaya maksimal berantas korupsi. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya, kita akan publish," ucapnya.
Sementara itu, dalam waktu dekat ini Ditreskrimsus yang masih dipimpin Kombes Pol Hilman ini memastikan, tahanan Mapolda Sulut akan kembali diisi tersangka baru.
Tahun ini Polda menargetkan akan menyelesaikan 16 kasus korupsi. Yang sementara ditangani ada 15 kasus, serta dua kasus tahap sidik.
Selain kasus-kasus itu, AKBP Gani menegaskan, pihaknya siap membongkar kasus-kasus korupsi di wilayah Sulawesi Utara.
"Siapa saja, laporkan kepada kami beserta datanya. Apabila ada kasus yang terindikasi kuat dugaan korupsi, pasti kita proses," pungkasnya. (ik-mcl)
