Jakarta, INDIKASINews -- Tampaknya, tersangka penerima suap pembahasan Raperda reklamasi teluk Jakarta Mohammad Sanusi tidak ingin sendirian menjadi tumbal dalam kasus yang membelitnya. Politisi Partai Gerindra itu mulai menyeret keterlibatan geng STOP dalam kasus reklamasi.
Hal itu terungkap ketika mantan Ketua Komisi D DPRD DKI itu menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, (18/4/16). Diantar dengan mobil tahanan, ia didampingi kuasa hukumnya.
Sanusi diperiksa sebagai saksi untuk bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja. Kabarnya, dalam pemeriksaan tersebut, Sanusi ditanya soal pertemuan Geng STOP dengan Sugianto Kusuma alias Aguan, bos raksasa properti Agung Sedayu Group.
Geng STOP adalah pejabat teras DPRD. Gang STOP terdiri dari Selamat Nurdin (PKS), M. Taufik (Partai Gerindra), M. Sangaji alias Ongen (Partai Hanura), dan Prasetyo Edi Marsudi (PDIP).
Berdasarkan isu yang merebak di DPRD, Geng STOP sempat pernah ikut kongkow di teras belakang rumah Aguan di Jalan Boulevard Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Rumah Aguan itu persis di dekat pusat Buddha Tzu Chi yang didirikannya.
Kuasa hukum M Sanusi, Irsan Gusfrianto memembenarkan adanya pertemuan itu. Menurutnya, kliennya turut serta dalam pertemuan Pimpinan DPRD DKI dengan Aguan.
Ia mengatakan, pertemuan dengan Aguan dilakukan di kediamannya, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Saat itu, kata dia, M Sanusi diajak oleh kakanya, M Taufik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.
"Bang Uci (sapaan akrab Sanusi) itu diajak sama kakaknya (M Taufik)," tutur Irsan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/4/16).
Pada pertemuan itu, lanjut dia, turut hadir serta Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, anggota Badan Legislasi Muhammad (Ongen) Sangaji, dan Ketua Panitia Khusus Reklamasi Selamat Nurdin.
Namun, kata Irsan, Sanusi tidak ikut serta saat berdiskusi dengan Aguan dan anggota DPRD lainnya. Maka dari itu, menurutnya, kliennya itu tidak mengetahui apa pun pembahasan dalam diskusi tersebut.
"Setelah itu, bang Uci pergi ke ruang tengah, tidak ikut pembahasan lainnya," terang dia.
Ia menambahkan, Sanusi diketahui sudah kenal lama dengan Aguan. Bahkan sebelum menjadi Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Sanusi sudah dekat dengan bos perusahaan pengembang properti itu. "Sanusi sering membantu penjualan properti keduanya," pungkasnya. (ht-rd)
