• Latest News

    18 April 2016

    Diduga Keras DAK Tahun 2015 Kabupaten Karawang di Korupsi

    Karawang, INDIKASINews -- Fakta yang terungkap secara nyata dari sebuah pelaksanaan kebijakan anggaran pusat yang diduga terindikasi overload titik pelaksanaan tanpa ajuan Musrenbangdesa, kecamatan dan kabupaten berlanjut pada hasil pelaksanaan program infrastruktur dan pengadaan mesin serta pipa air untuk areal pertanian di kabupaten karawang lepas control dari pengawasan. 

    Pasalnya pada saat wartawan Media KPK dan Indikasinews.com turun langsung investigasi di lapangan tampak nyata hasil pelaksanaan pembangunan Pipanisasi (Contraktual,red) di temukan bangunan pipanisasi di Desa Kuta makmur Kecamatan Tirtajaya kabupaten karawang Rusak sebelum dapat di gunakan. 

    Parahnya pada bangunan pipanisasi yang mempergunakan empat tiang penyangga bangunan joglo (panggung,red) itu sudah retak parah pada bagian pondasi dasar mesin sehingga masyarakat yang menggunakan sarana pipanisasi itu harus menurunkan mesin pompa di bawah bangunan hal ini dikawatirkan ambruknya bangunan tersebut. Ungkap warga petani (anggota P3A Mitracai,red). 

    Tiga bangunan pada jalur sisi sungai yang berada pada perbatasan dua desa dua kecamatan tersebut dikatakan warga tidak ada manfaatnya pak’ saya harus nyedot air mempergunakan mesin kecil milik sendiri karena program sarana pipanisasi dari Dinas Pertanian kab. Karawang ini tidak bermanfaat pemanfaatannya dan menyusahkan petani karena digunakanpun percuma air tidak dapat di sedot mesin! Ujar warga petani. 

    Pada saat wartawan media kpk dan indikasinews.com mengkonfirmasi Kabid Psp selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melalui telephon celluler via sms dan mms mengatakan “ Aduh pak’….. Saya pusing ….. Kerjaan Banyak …..Masalah Banyak….. Tlg ke Pa Adi…..Saya enggak ketanganan menghandle semuanya….!” Ucap kabid lebih lanjut “iya….resiko jabatan ga bisa nolak Pak!. tulis kabid Psp.

    Lebih lanjut warga mengatakan lihat saja pak’ pada bangunan yang diujung juga kami tidak bisa mempergunakannya pak’ Pondasi yang retak menganga, menjadi kekahawatiran kami bila digunakan dengan getaran mesin 33 PK besar ya pastinya akan roboh pak! Parahnya kalau sudah seperti ini kami direpotkan dengan perawatan termasuk keamanan mesin siapa yang ber-tanggungjawab nantinya! Tandas warga anggota P3A Mitra Cai yang namanya enggan dikorankan. 

    Kenyataan nya secara faktanya saja pengadaan mesin dan bangunan rumah pompa hanyalah hal yang sia-sia dan terkesan buang-buang anggaran saja, jelas distanhutbunak Kabupaten Karawang belum siap mengelola anggaran APBN ini. 

    Dari penelusuran laporan yang kami terima tentang pembangunan pompanisasi dan pipanisasi yang dilaksanakan memepergunakan anggaran DAK Th. 2015 ini seakana lepas control dari pengawasan serta tekhnis.

    Lebih Memeprihatikannya lagi kami membaca adanya Indikasi Jual Beli Plot Proyek. Semakin Jelas hal ini berindikasi adanya dugaan murk-up ploting program yang dipaksaakan. Ujar salah seorang aktifis Serikat Petani Karawang Miftahudin. 

    Kami pun akan segera menghimpun data serta fakta kedalam rangkaian agenda kerja Serikat Petani Karawang (Sepetak,red). dan dalam waktu dekat segera akan membawa persoalan pembangunan pompanisasi dan pipanisasi DAK Ta. 2015 ini sebagai laporan agar pihak intansi terkait terutama kejaksaan Karawang segera turun sidak lapangan. Yang nantinya kami akan kawal ketat laporan agar pihak kejaksaan kabupaten karawang tidak tutup mata. ( @Ian)
    Scroll to Top