![]() |
Oleh: Suwadjito (Ketua Umum DPP LSM PRAMUKTI)
|
Jakarta, INDIKASI News -- Pilkada Serentak yang di ikuti 273 Daerah, oleh Pemerintah Pusat dijadwqalkan pada bulan Desember mendatang, Disetiap Pemilihan Kepala Pemerintahan baik Pusat maupun Daerah banyak dijumpai hal hal menarik yang mengiringi kemenangan para Kandidat bakal calon yang menduduki KURSI pucuk pimpinan. Demikian dikatakan Ketua Umum DPP LSM PRAMUKTI OKU Timur Prov. Sumsel.
Kita mulai dari seorang Kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Abdul Rahman Wahid alias Gusdur misalnya, dalam pencalonanya sebagai Presiden RI ke empat ada lawak an (humor) “Siapa yang mau naik mobil sopirnya Gusdur ? “ tentu saja banyak yang tidak mau ………. Ternyata JADI PRESIDEN RI ke 4, kemudian lengser digantikan Megawati Sukarno Putri sebagai Persiden ke 5.
Kemudian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu mundur dari jabatan Menkopolkam kemudian mendirikan Partai Demokrat, setelah dibilang Suami Megawati yakni Taufiq Kemas sebagai “Jenderal kekanak kanak an}” dan menang dalam Pilpres sebagai Presiden RI ke 6.
Demikian juga Joko Widodo (JOKOWI), setelah di bilang GOBLOG (Bodoh) sebagai Wali Kota Solo oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waloyo malah menang dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta dan tak lama kemudian, menang dalam Pilihan Presiden (PILPRES) sebagai Presiden RI ke 7.
Perkembangan Politik di Negara kita memang sedetik bisa berubah, termasuk di OKU Timur dalam arena rebutan Kursi Bupati dalam Pilkada pertama. Dari 6 pendamping (Calon Wakil Bupati) hanya ada cerita menarik dari Kholid Mawardi yang sa’at itu menjabat sebagai Camat Madang Suku I. Selain sebagai Pegawai Negeri Sipil juga pintar berdakwah, sering mengisi acara Pengajian hampir diseluruh wilayah Kecamatan yang ada sehingga, oleh masyarakat setempat diberi gelar sebagai Kiai kemudian, sa’at menjelang Pilkada telah santer beredar kabar bahwa Sang Camat / Kiai Kholid Mawardi akan jadi Calon Wakil Bupati mendampingi Amri Iskandar yang kala itu menjabat sebagai Pelaksana Harian (PLT) Bupati Persiapan OKU Timur, yang diketahui masih ada hubungan keluarga dengan Pangdam Sriwijaya Mayjen Syahrial BP.
Peliung dan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman. Wajar jika banyak fihak yang meramalkan pasangan ini bakal menang. Namun sayang, ternyata Amri Iskandar lengah.
Calon pasanganya yang kala itu ibarat KEMBANG DESA SEDANG MEKAR tidak segera DILAMAR akibatnya, peluang emas ini dijadikan kesempatan Bakal Calon lain untuk melamarnya, yakni Herman Deru, kemudian PLT Bupati Amri Iskandar marah, Kholid Mawardi di bikin terlunta lunta di copot jabatanya sebagai Camat dan masuk bangku Puann ………..njang alias NON JOB. Namun, setelah Pilkada di gelar ternyata pasangan Herman Deru Kholid Mawardi (HDC) jadi pemenangnya. Sebagai Ormas wong cilik, Suwajito mengatakan, sebelum dan setelah pelaksanaan PILKADA nanti, kondisi OKU Timur tetap bisa aman dan tenteram.
Bagi Kandidat yang kalah diminta untuk LEGOWO. Kita semua tahu bahwa Kegagalan adalah keberhasilan TERTUNDA seperti juga yang dialami Herman Deru.
Sebelum menjadi Bupati OKU Timur, telah 2 kali mengalami kegagalan dalam PILKADA, sebagai Calon Wali Kota Palembang dan Calon Bupati OKU Induk, demikian juga Iskandar, SE (Bupati OKI sekarang) hampir sama, setelah 3 kali ikut PILKADA di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) baru bisa menang. Kalah dan menang dalam PILKADA itu hal yang sangat wajar namun, bila kenyataanya MENANG kemudian bisa DIKALAHKAN itu memang sangat menyakitkan, seperti kenyataan yang dialami Calon Wali Kota Palembang Sarimuda.
Jabatan Pemimpin Daerah itu selain mengemban Amanat Rakyat juga mengemban AMANAH TUHAN, jangan sekali kali direka yasa apalagi memaksakan kehendak, selain tidak berkah bakal menerima Azhab sangat mengerikan.
Seperti Romi Herton rival Sarimuda Sang Walikota Palembang yang sa’at ini hidupnya sangat menderita, sudah tidak lagi jadi Wali Kota bersama istrinya masuk penjara atas kasus suap merekayasa sidang hasil Pilkada kalah bisa menang bersama Akil Mohtar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah tervonis se umur hidup.
Kepada Bapak Presiden Jokowi, dimohon segera mempertimbangkan untuk segera melantik pasangan H. Sarimuda dan Hj. Nelly Rusdiana karena dia itulah sebagai pemenangnya jangan biarkan BOM waktu berjalan, ungkap Suwajito Ketum DPP LSM PRAMUKTI. sp/jun/tung
