• Latest News

    23 June 2015

    Ahok Akan Persenjatai Satapol PP DKI Jakarta

    Jakarta, INDIKASI News -- Gubernur DKI Jakarta, Ahok akan mempersenjatai Satrpol PP. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi adanya tindakan anarkis dari pelaku pelanggar aturan daerah.

    Seperti yang dilakukan pedagang Kaki-5 Monas di area Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat Sabtu (20/6) malam lalu. “Saya sudah minta Satpol PP agar dipersenjatai alat kejut listrik. Biar pingsan saja mereka,” kata Ahok di Balaikota, Senin (22/6).

    Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini alat kejut listrik digunakan untuk lapis pertama. Kemudian untuk lapis kedua akan dipersenjatai dengan gas air mata. Selanjutnya untuk lapis ketiga menggunakan peluru karet. Hal itu untuk antisipasi jika pedagang Kaki-5 kembali anarkis.

    “Kalau anda anarkis saya tembak. Nanti peluru karet itu saya bilang itu lapis ketiga. Kalau tembak peluru listrik dia masih bawa golok dia tembak gas air mata. Kita sudah punya senjata itu. Kalau dia masih anarkis ya kita pakai peluru karet,” ujarnya.

    Ahok mengaku saat ini Satpol PP sudah memiliki persenjataan tersebut. Namun tidak digunakan dalam berbagai penertiban. Namun melihat pedagang Kaki-5 yang semakin anarkis, maka peralatan justru akan ditambah. “Kita sudah punya. Saya minta Kepala Badan Pengelokaan Keuangan dan Daerah (BPKAD) untuk tambah,” ujarnya.

    Adapun Ahok mencurigai penyerangan oleh pedagang Kaki-5 di kawasan Lenggang Jakarta telah direncanakan sejak awal. Oknum aparat yang terlibat didalamnya akan ditindak sesuai dengan instansinya masing-masing. “Waktu malam Minggu itu mereka rencanakan dengan baik loh. Saya berfikir namanya bulan suci puasa enggak mungkin orang bikin kisruh. Tapi ternyata,” kata Ahok

    Ahok mengatakan dengan sistem transaksi non cash yang dibangun kios di Lenggang Jakarta tidak bisa diperjualbelikan. Beberapa kios bahkan tidak ditempati oleh pedagang karena mereka berencana menjual lagi kios yang di dapat.

    “Mereka enggak mau dagang, maunya jual. Sampai dengan e-money dia enggak bisa jual. Jadi banyak sekali dari rusun sampai lapak, dia baik-baikin kita, dia sabar dia nunggu sampai dapat terus dia jual. Kalau dia jual Rp50 juta sampai Rp100 juta kan lumayan. Tapi ini enggak bisa,” ucapnya.

    Lebih lanjut Ahok menegaskan akan menindak jika ada oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat permainan ini. Bahkan jika ada aparat yang juga terlibat telah dikoordinasikan juga untuk memberikan sanksi tegas. “Kalau ada oknum pegawai yang bermain ya kita pecat. Termasuk Kapolda dan Pangdam kalau ada oknum terlibat itu akan mereka tindak,” tegasnya.

    Seperti diketahui ratusan pedagang Kaki-5 kembali menyerang sejumlah personel Satpol PP yang berjaga di Pintu Timur Monas. Tak hanya itu, PKL juga merusak fasilitas berjualan di kawasan kuliner Lenggang Jakarta, pada Sabtu (20/6) malam. (pk)
    Scroll to Top