• Latest News

    24 June 2015

    Manfaatkan Momen Reshuffle PDIP Minta Tambah Kursi Menteri

    Jakarta, INDIKASI News -- Wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan melakukan perombakan kabinet atau, reshuffle dimanfaatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung Jokowi untuk meminta tambahan jatah kursi menteri.

    "Reshuffle kabinet yang dijadwalkan oleh pemerintahan Jokowi-JK ini hendaknya juga dipertimbangkan untuk memberikan ruang partisipasi yang efektif dan signifikan pada PDIP untuk menjalankan pemerintahan, kekuasaan nasional melalui kursi-kursi menteri kabinet," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP, Ahmad Basarah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/15).

    Menurutnya, sudah selayaknya Presiden Jokowi memberi tambahan jumlah menteri dari PDIP. "Kita menginginkan agar Jokowi mempertimbangkan untuk menggunakan hak prerogatifnya, memberikan ruang lebih banyak lagi bagi kader-kader PDIP untuk membantu beliau di kursi pemerintahan ini," tegas Anggota Komisi III DPR ini.

    Terkait jumlah, dia mengusulkan agar Jokowi menambah lima kursi menteri untuk PDIP. "Kalau berapa jumlahnya itu masih dinamis. Kalau saya sebagai Ketua Fraksi PDIP MPR, saya mengusulkan angka lima sesuai Pancasila. Lima kader PDIP harus masuk, melengkapi jumlah yang ada sekarang. Paling baik jadi sembilan jumlahnya," harap Ketua Fraksi PDIP di MPR ini.

     Keinginan tambahan kursi di kabinet kerja besutan Presiden Jokowi oleh PDIP pun langsung disambut oleh rekan koalisinya Partai NasDem. Menyikapi hal itu, Wasekjen DPP NasDem, Johnny G Plate mengaku tak mempersoalkan keinginan PDIP yang ingin menambah amunisi menterinya. "Saya kira kalau PDIP meminta tambahan jatah lima kursi ya sah-sah saja. Cuman, kalau bisa orang-orang yang diajukan adalah orang-orang yang terbaik yang bisa membantu presiden agar pemerintahan berjalan sukses. Kalau PDIP minta jatah lima, ya mungkin memang ada lima orang yang layak untuk menjadi menteri," kata Johnny

    ‎Sejak awal kata anggota Komisi XI DPR itu, pihaknya mendukung Jokowi tanpa syarat. Dia bahkan mempersilakan Presiden menggesar kader Nasdem ke posisi lain atau menambah jatah menteri dari partainya tersebut. "Ya terserah presiden. Kalau Presiden butuh kader Nasdem untuk duduk di Kabinet ya tidak masalah," ungkap Jhonny.

    Disampaikan Jhon, presiden membutuhkan perbaikan komposisi kabinet untuk meningkatkan kinerja pemerintahannya. "Kalau menurut kami, dukungan yang diperlukan Presiden adalah dukungan dari putra-putri terbaik yang cocok, kompeten dan memiliki chemistry (kecocokan) dengan presiden," pungkas Wakil Ketua FNasDem di DPR ini. (ht)
    Scroll to Top