• Latest News

    06 June 2015

    Diduga Polisi Menutupi Identitas Patwal Tabrak Bocah

    Cirebon, INDIKASI News -- Keluarga korban tabrak lari oknum anggota Polisi Patroli dan Pengawalan (Patwal) di Cirebon, Jawa Barat, menduga bila kepolisian sengaja menutup-nutupi identitas pelaku.

    Padahal insiden yang merenggut nyawa bocah berusia 7 tahun bernama Hafidz, secara jelas melibatkan salah satu anggota di kesatuannya.

    Demikian ungkap salah satu paman korban, Malik, di kediamannya di Jalan Tengah Tani Kabupaten Cirebon, Kamis (4/6/15).

    “Kami (keluarga) padahal hanya minta pertanggungjawaban, karena sudah jelas yang menabrak adalah anggota kepolisian lengkap dengan seragamnya,” kata Malik.

    Malik mengatakan pihak keluarga menunggu niat baik pihak kepolisian terhitung 4 hari setelah kejadian. Namun, menurut Malik, tak satupun kabar dan permintaan maaf resmi, apalagi mendatangi keluarga.

    “Minimal meminta maaf dan memberikan kejelasan tentang siapa pelakunya, kami tidak akan menuntut apa-apa,” tegasnya.

    Hal yang sama dikatakan Fathan Mubarok, yang juga merupakan paman korban. Menurutnya, soal kematian salah satu anggota keluarganya, semua keluarga sepakat sudah ikhlas dan merelakannya.

    “Namun soal kejelasan dan proses hukum harus tetap dilakukan, karena ini bisa menjadi pelajaran bagi semua,” ujar Fathan.

    Fathan mengaku sangat menyayangkan apabila pada akhirnya pihak kepolisian justru menutup-nutupi kasus tersebut. “Polisi harus berani. Salah satunya berani bertanggungjawab,” tegas Fathan.

    Sejatinya, pada Minggu (31/5/15), bocah berusia 7 tahun itu baru lolos audisi bintang sinema di sebuah Mall.
    "Hari itu kita baru pulang nganter audisinya Hafidz di sebuah mal. Dia seneng banget soalnya lolos, soalnya nanti jadi salah satu pemeran di film kayak FTV," kenang Nadya, kakak korban.

    Beserta orangtuanya, Hanifah dan Taufik, memboncengi Hafidz dengan sepeda motornya. Sepupu Hafidz yang ikut menonton audisi pun ikut di motor tersebut. Sedangkan Nadya mengendarai sepeda motor lain.

    Kedua motor melintasi Jalan Tuparev. Mereka berhadapan dengan kepadatan kendaraan. Siapa sangka, tragedi maut itu terjadi.

    Sebuah sepeda motor milik patwal datang dari arah berlawanan. Sirine berbunyi. Kendaraan di sekitarnya pun memberikan jalan pada patwal. Hanifah lalu memberi jalan.
    Tapi, kendaraan patwal itu malah menabrak sepeda motor Hanifah. Perempuan itu beserta Hafidz dan Taufik, terlempar ke aspal. Mereka mengalami luka. Sedangkan, kendaraan patwal itu berlalu.

    Warga pun lantas melarikan korban ke RS Gunung Jati. Tim medis berusaha menyelamatkan korban. Taufik dan Hanifah masih dalam perawatan hingga berita ini dimuat.

    Sementara Hafidz mengalami luka parah. Ia koma dan empat jam dalam penanganan medis. Sayang, Hafidz menghembuskan napas terakhirnya. (ht)
    Scroll to Top