Denpasar, INDIKASI News -- Polisi menemukan bukti baru pada kasus pembunuhan bocah cantik, Angeline di Bali. Ada bercak di temukan di kamar Margareith, ibu angkat Angeline, serta di kamar tersangka Agus.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Komnas PA Naomi Werdi Sastro kepada wartawan, Jumat (12/6).
Menurut Naomi, saat ia dan tim bersama anggota Mabes Polri ke lokasi pembunuhan di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar, melihat bercak darah. Naomi juga enggan menyebut di mana saja darah itu, apakah di dinding, lantai atau di pintu. “Biar polisi yang menjelaskan. Yang jelas kami menemukan bukti baru,” katanya.
Angeline adalah anak kandung Rosidik-Hamidah, warga Banyuwangi, Jatim. Ia diadopsi oleh Margareith saat berusia 3 hari karena orangtuanya miskin.
MARGARET KEMBALI DIPERIKSA
Sementara itu Polda Bali baru menetapkan Agus sebagai tersangka. Sementara Margareith, ditetapkan sebagai saksi. Margareith kembali diperiksa di Polresta Denpasar, Bali, Jumat (12/6) sore. Ia datang bersama Christine (anak) dan banyak membawa pakaian.
Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan kemungkinan ada tersangka lain. “Masyarakat diharap tenang dan percayakan kepada penyidik,” kata Ronny.
Diberitakan sebelumnya, Angeline hilang sejak 16 Mei 2015. Margareith pun mengumumkan ke media sosial soal hilangnya gadis kecil itu, bahkan megadakan sayembara bagi yang menemukan bocah kelas 2 SD itu.
Rabu 10 Juni 2015, polisi menemukan Angeline sudah menjadi mayat terkubur di bawah kandang ayam belakang rumah Margareith. Polisi menangkap Agus, pembantu Margareith, yang mengaku menghabisi dan memperkosa Angeline. (pk)
