Jakarta, INDIKASI News -- Sejumlah Mahasiswa asal Halmahera Timur yang tergabung dalam Mahasiswa Maluku Utara Anti Korupsi (MAKAR), hari ini Kamis 02 Juli 2015 menggelar aksi turun jalanan dan demo damai di Gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Pusat dengan tuntutan yang meminta KPK dan Pihak Terkaitnya sesegera mungkin mengusut tuntas dengan menangkap dan menyidangkan Bupati Kabupaten Halmahera Timur Rudy Erawan terkait sejumlah Kasus Korupsi yang dilakukan di Kabupaten Halmahera Timur Propinsi Maluku Utara.
Dalam Aksi Gelar Demo tersebut, penanggungjawab Reza Nuhuyanan, mengungkapkan alasan Aksi Turun Jalan dan Demo Damai ini dilakukan antara lain adalah diduga adanya pembiaran oleh pihak-pihak terkait yang berkompeten dalam urusan Tindak Pidana Korupsi di daerah, baik ditingkat Kabupaten maupun Propinsi karena kasus tindak pidana korupsi ini sudah beberapa kali dilaporkan, namun tidak pernah ada tanggapan bahkan tindakan hukum yang dilakukan, sehingga kami sebagai generasi penerus pembangunan daerah Halmahera Timur dan Maluku Utara pada umumnya yang nantinya akan melanjutkan pembangunan dimasa mendatang merasakan adanya kesalahan peletakan dasar yang sengaja dilakukan sebagai warisan oleh pemegang tongkat kepemimpinan daerah saat ini.
Sehingga dengan demikian, di bulan suci Ramadhan ini, kami datang dengan penuh keyakinan kepada Allah, SWT bahwa permasalahan korupsi yang berdampak pada penderitaan masyarakat sebagai umat ciptaanNya di Kabupaten Halmahera Timur oleh Bupati Rudy Erawan akan diperhatikan dan diselesaikan secara tuntas oleh KPK dan Pihak Terkaitnya di Jakarta. Ujar Reza.
Masa demo juga mendesak dan mengharapkan semua pihak di seluruh Indonesia tercinta ini terutama KPK dan institusi-institusi terkait lainya untuk membangun kerjasama yang baik serta bersama-sama membersihkan Kabupaten Halmahera Timur dari penyakit Korupsi yang dipandang kronis selama ini, sehingga tidak merambah terus menerus sampai pada puncak penderitaan yakni tersumbatnya sendi-sendi kehidupan masyarakat disemua aspek.
Masa demo, juga mengancam akan memboikot bahkan menggagalkan semua upaya pembangunan yang dilakukan oleh oknum Bupati Rudy Erawan selama masa kepemimpinannya apabila tuntutan hari ini tidak ditanggapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pihak-pihak terkait di Jakarta dan daerah terutama di Kabupaten Halmahera Timur.
Setelah berorasi di halaman Gedung Kantor KPK, perwakilan Mahasiswa Maluku Utara dan Halmahera Timur kemudian menyerahkan Aspirasi tertulisnya yang antara lain berisi dokumen bukti-bukti Kasus Tindak Pidana Korupsi Bupati Rudy Erawan dan Tuntutan-tuntutan Mahasiswa secara langsung kepada Pimpinan KPK melalui prosedur yang berlaku.
Masa pendemo juga berharap dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Halmahera Timur dimana saja berada terutama yang berdomisili di Kabupaten Halmahera Timur agar jangan lagi tertipu oleh pemimpin-pemimpin seperti ini yang hanya memperkaya diri dan kelompok dengan mengatas namakan Pembangunan Daerah dan Masyarakat. (AyA)

