Depok, INDIKASI News -- Petugas Polres Depok masih terus mengembangkan kasus perampokan disertai pembunuhan wartawati senior Noer Baety Rofiq. Kedua tersangka yakni M.Alif Ubaidilah, 22, dan Syarifudin, 21, kepada petugas mengaku membunuh korban karena panik saat aksinya kepergok korban.
Informasi yang dihimpun, tiga pelaku sebelumnya sudah mengincar rumah korban. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah korban saat dinihari pada pertengahan puasa lalu.
Ternyata, saat kejadian korban terbangun dan melaksanakan sahur seorang diri. Setelah sahur, korban kembali tidur. Saat itulah, pelaku yang sudah masuk ke dalam rumah wanita yang akrab dipanggil Bety beraksi.
Ketika melaksanakan aksi pencuriannya, korban terbangun karena curiga mendengar suara berisik. Bety kaget saat mendapati tiga pria tak dikenal ada di rumahnya. Ia pun bermaksud teriak minta tolong ke tetangga, namun satu pelaku langsung menusuk tubuh korban sebanyak 9 kali hingga tewas.
Tak puas sampai di situ, pelaku juga menggorok leher korban hingga darah segar membasahi ruangan yang biasa dipakai Bety untuk istirahat.
Pembunuhan sadis ini diketahui saat kerabat Bety bermaksud Lebaran di rumah korban, kawasan Bojonggede, Depok pada Sabtu (18/7) lalu. Ternyata, saat dipanggil namanya korban tidak juga menyahut. Bersama warga, kerabat Bety masuk dari pintu belakang dan mendapati korban sudah tidak bernyawa lagi.
Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono menyatakan, pihaknya masih memburu satu pelaku lain yang kabur. “Motif pembunuhan ini murni perampokan. Pelaku menggasak 4 HP, satu laptop dan uang milik korban,” ujarnya Senin (20/7). (pk)
