• Latest News

    26 July 2015

    Partai Seks Ramaikan Panggung Politik di Negeri Kanguru

    Jakarta, INDIKASI News -- Partai Seks Australia meramaikan panggung politik negeri kanguru itu. Sebelumnya, atau tepatnya dua bulan lalu, pendaftaran partai ini sempat dibatalkan.

    Pada awal Mei, seperti dilaporkan radio ABC, Minggu (26/7/15), sejumlah anggota partai melakukan protes ketika Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) menentukan bahwa Partai Seks harus dibatalkan pendaftarannya karena tak memenuhi persyaratan keanggotaan.

    Sementara, pihak AEC menyebut bahwa keputusan itu dibuat karena partai tersebut gagal menunjukkan kepemilikan 500 anggota sebagai syarat untuk lolos pendaftaran.

    Akibat hal itu, sejumlah anggota Partai Seks Australia mengunggah foto diri mereka yang tengah memegang bukti status partai ke media sosial. Bahkan, dari foto tersebut tampak beberapa dari mereka ada yang berpakaian minim. Semua itu dilakukan guna membuktikan ada cukup pendukung untuk membenarkan keberadaan partai seks ini.

    Sedangkan pemimpin partai, dan anggota Parlemen Victoria terpilih, Fiona Patten, mengatakan, keputusan AEC sebagai bentuk provokasi. "Ada kemarahan di antara banyak anggota kami," sebut Fiona.

    Partai ini berpendapat, pembatalan registrasi itu sebagian terjadi karena pemeriksaan keanggotaan yang dilakukan AEC sering mengandalkan sambungan telepon rumah, padahal banyak anggota Partai Seks tak memiliki saluran telepon tetap.

    Namun, dengan pembatalan registrasi itu justru memberikan dukungan hingga membuat partai ini makin populer. "Yang menarik adalah jumlah orang yang bergabung partai selama proses ini," ujar Fiona.

    "Bahkan orang-orang yang bukan anggota, tapi mungkin pemilih potensial bagi partai kami, juga marah terhadap proses itu dan terhadap peluang bahwa kami tidak akan diizinkan untuk mengikuti pemilu berikutnya. Jadi kemudian mereka bergabung," lanjut dia seraya menambahkan sejumlah orang juga menyumbang untuk partai.

    Lalu, tanpa status pendaftaran yang sah, maka partai tak akan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan umum nasional berikutnya. "Ada sekitar 6.000 anggota partai di seluruh Australia, dan seorang kandidat akan mengikuti pemilihan berikutnya di semua negara bagian dan wilayah," pungkas Fiona. (ht)
    Scroll to Top