• Latest News

    29 July 2015

    Siswi Miskin Berprestasi Terancam Putus Sekolah, Ditolak SMPN 227

    Jakarta, INDIKASI News -- Seorang pelajar dari keluarga tidak mampu terancam tidak bisa sekolah di SMPN 27‎7 Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, karena minimnya sosialisasi dan konfirmasi perihal proses pendaftaran yang dilakukan oleh pihak panitia penerimaan siswa baru sekolah tersebut.

    Bella Jane (12), siswi Sekolah Dasar (SD) Bina Pusaka yang lulus dengan Nilai Evaluasi Murni (NEM) 24,30 point untuk 3 mata pelajaran tidak bisa mengikuti pelajaran seperti teman-teman se-usianya, karena tidak melapor diri (daftar ulang) setelah namanya tercantum dalam daftar pelajar yang diterima di SMPN 277.

    Diketahui Bella yang sejak kecil dirawat oleh neneknya, Meti (55), yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) penyapu jalan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara tinggal di lantai 3 Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Bawal II, RT07/RW09, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja dan hidup dalam kondisi pas-pasan.

    Meti mengatakan, saat pendaftaran ke SMPN 277, ia meminta Joice (40), bibi dari Bella, untuk mengurus pendaftaran, karena dirinya harus bekerja menyapu jalan yang tidak bisa ditinggal.

    "Kita sudah datang sejak sebelum tanggal 8 Juli, bahkan tantenya itu sudah bolak-balik berulang kali untuk mengurus pendaftaran sekolahnya si Jane, tapi katanya karena tidak lapor diri lewat online, nama Jane tidak masuk saat registrasi ulang," ujar Meti, Selasa (28/07/15) pagi.

    Menurutnya, pihak sekolah telah menawarkan Bella untuk bersekolah di SMP Advent (swasta), namun karena keterbatasan ekonomi yang mampu ditanggung oleh keluarganya, maka ia menolak tawaran tersebut.

    "Pihak sekolah sampai memaksa kami untuk menandatangani surat perjanjian berita acara supaya tidak menuntut pihak sekolah dikemudian hari. Jelas saya tidak mau tanda tangan. Bagaimana pun kami hanya ingin Bella bisa melanjutkan sekolahnya di SMPN 277 dan akan kami perjuangkan meski harus lapor ke Pak Ahok atau pak walikota sekalipun," tambah Meti. (ht)
    Scroll to Top