Jakarta, INDIKASI News -- Wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan menghapus bus sekolah dan mengalihkannya ke bus Transjakarta, ditentang ratusan siswa. Mereka menilai dengan pindahnya penggunaan bus, malah lebih menyengsarakan dirinya.
Ungkapan itulah yang disampaikan para siswa kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansah, saat melakukan penjemputan ke para pelajar, Senin (27/7) pagi. “Kami sangat menentang wacana bapak Gubernur Ahok yang akan menghapus bus sekolah,” kata Lidya, 17, penumpang bus sekolah.
Menurut siswi kelas 3 SMK PGRI Halim Perdana Kusuma, keberadaan bus sekolah saat ini sangat membantunya untuk menghemat uang jajan dan waktu. Siswa pun tak perlu repot lagi karena bus tersebut langsung mengantarnya ke depan pintu gerbang sekolah. “Kalau disuruh pindah naik bus transjakarta, turunnya harus di shelter busway yang jaraknya dari sekolah malah lebih jauh,” ujar Lidya.
Untuk itu, siswi ini pun berharap bukan penghapusan yang dilakukan, namun jumlah armadanya diperbanyak. Sebab selama ini, karena keterbatasan bus, siswa harus menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan bus sekolah.
“Bus ini sangat bermanfaat membantu pelajar seperti kami yang tak mendapatkan KJP untuk mengantar ke sekolah,” ungkapnya.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansah mengaku, dari hasil pantauan di lapangan ternyata bus sekolah ini masih banyak diminati pelajar. “Karena itu, kami akan kembali mengkaji wacana tersebut dan melaporkan ke Gubernur untuk tetap mempertahankan bus sekolah,” ujarnya.
Dikatakan Andri, dengan keberadaan 140 unit bus sekolah yang beroperasi selama ini, dinilai cukup untuk membatu para pelajar yang tidak mampu. Keseluruh bus itu pula, selama ini melayani 15 rute dan delapan zonasi. “Kami juga akan evaluasi rute-rute yang ada, apakah perlu tambah rute atau perubahan. Semua akan kita evaluasi,” kata mantan Asisten Pemerintahan Walikota Jakarta Timur.
Andri juga mengaku, untuk meningkatkan jumlah pelajar agar memanfaatkan bus sekolah, pihaknya akan menyambangi sejumlah sekolah. Dimana pihaknya akan melakukan sosialisasi pada sekolah agar siswanya dapat memanfaatkan bus sekolah secara gratis.
“Harus door to door, mendatangi sekolah untuk sosialisasikan bus sekolah ini. Dari situ, target penumpang siswa sebanyak 35 ribu perhari bisa tercapai,” ungkapnya. (pk)
