• Latest News

    30 July 2015

    Astaga! Mantan Kiper Persija Jadi Tukang Odong-odong

    Solo, INDIKASI News -- Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga membekukan organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan dampak yang luar biasa.

    Keputusan tersebut, selain menghancurkan industri sepak bola tanah air, juga berhasil memaksa para pesepakbola Indonesia banting setir, melakoni pekerjaan apa saja agar bisa bertahan hidup.

    Galih Sudaryono, mantan penjaga gawang Persija Jakarta dan juga pemain timnas memilih bertahan hidup dengan melakoni pekerjaan sebagai tukang odong-odong.

    "Konflik sepak bola Indonesia hingga sekarang ini kan belum selesai. Daripada tidak jelas dan disanksi PSSI, lebih baik saya berhenti. Tunggu polemik PSSI dengan Menpora selesai dulu baru main lagi," kata Galih.

    Padahal, sebelumnya sepakbola adalah profesi pilihan Galih, dan dengan profesinya itu ia telah merumput sebanyak 32 kali saat membela Macan Kemayoran pada tahun 2011 hingga 2013.

    Dengan berprofesi sebagai operator odong-odong, suami dari Lia Dwitamawati harus keliling mencari pelanggan, seperti pasar malam di Desa Ngringo, Palur, Karanganyar dan di kawasan Sunday Market kompleks Stadion Manahan, Solo.

    Setelah pasar malam di satu desa berakhir, Galih harus mencari informasi mengenai desa lain yang kemungkinan akan menggelar pasar dadakan.

    Dengan seperangkat kereta mini bertenaga listrik, pemain Pusamania Borneo itu juga harus bersaing dengan aneka wahana permainan lain.

    Walaupun, penghasilan dari bekerja sebagai operator kereta mini itu tidak sebesar gaji pesepak bola profesional. Apalagi ia harus membagi pendapatannya dengan pemilik mainan tersebut.

    "Tarif naik kereta mini ini hanya Rp 5.000 per anak. Terserah saya mau setor berapa (kepada sahabat peminjam kereta mini). Dia tidak menentukan," papar bekas penggawa tim nasional (Timnas) Indonesia itu kemarin. (ht)
    Scroll to Top