Jakarta, INDIKASI News -- Sekretaris Fraksi Nasdem di DPR Syarief Abdullah Alkadrie menduga ada skenario untuk mengesankan Pilkada serentak tidak siap, melalui proses di DPR.
"Siang ini akan diadakan Rapat Pimpinan DPR, Fraksi, dan BPK tentang hasil audit terhadap KPU. Saya duga ada skenario agar Pilkada serentak tidak siap," kata Syarief di Jakarta, Senin (13/7/15).
Syarief mengatakan rapat ini tidak mendesak karena hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki tenggat waktu yang telah ditentukan. Menurut dia, hasil rapat Komisi II dengan KPU sudah menyepakati audit BPK itu dibawa ke ranah hukum untuk ditindaklanjuti.
"Kalau soal temuan BPK ada tenggat waktu klarifikasi dan apabila ada penyalahgunaan maka dibawa pada mekanisme hukum," ujarnya.
Anggota Komisi II DPR itu mengaku heran pada pimpinan DPR yang sangat bersemangat melaksanakan rapat saat masa reses dan menjelang Idul Fitri. Dia juga mempertanyakan urgensi rapat yang membahas masalah KPU ini padahal masih banyak persoalan yang perlu menjadi perhatian Pimpinan DPR.
"Banyak hal krusial yang mendesak dilakukan bukan tentang KPU saja. Ini kan seolah-olah KPU diberi beban, lalu mengapa hanya KPU yang menjadi atensi Pimpinan DPR?" cetus dia.
Syarief menduga rapat digelar saat reses dan menjelang Idul Fitri agar tidak dihadiri pihak-pihak lain, dengan tujuan tertentu seperti penundaan pemilihan kepada daerah (Pilkada) karena KPU dinilai tidak siap.
Dia meyakini KPU dan daerah sudah siap melaksanakan Pilkada, namun apabila dibatalkan maka akan terjadi penolakan dari daerah. Syarief menilai seharusnya DPR bersama pemerintah menyukseskan Pilkada serentak dengan misalnya mencari solusi apabila ada kekurangan dana pelaksanaan Pilkada. (ht)
