Jakarta, INDIKASI News -- Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat resah menyusul beredarnya gas elpiji 12 Kg yang diduga berisi air.
Temuan tersebut bermula saat Saiful, pemilik warung di Jalan H. Daud, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, diprotes pelanggannya. Pasalnya, gas yang mereka gunakan baru dua minggu sudah kosong. Padahal biasanya bisa mencapai sebulan. Kian membingungkan, tabung tersebut masih terasa berat bila diangkat.
“Anehnya setelah saya angkat dan kocok di dalam tabung seperti ada airnya,” ujar Saiful, Rabu (29/7).
Mengetahui itu, Saiful langsung menghubungi sang distributor gas elpiji yang setiap hari mengantar ke warungnya. “Ini bukan yang pertama kalinya. Sekitar setahun lalu pernah terjadi dan langsung ditukar,” ucapnya.
Jika sebelumnya Saiful tidak mempermasalahkan, kali ini ia mulai geram dan berniat melapor ke pihak berwajib. Pasalnya bukan hanya warungnya yang dirugikan namun ia curiga ada upaya main curang di tengah kesulitan warga. “Logikanya kan tidak mungkin air masuk sendiri. Kan tabung gas bocor sedikit aja tidak boleh. Bagaimana air bisa masuk,” tukasnya.
Saiful langsung menghubungi petugas yang setiap harinya mengirimi gas elpiji ke warung. Melalui sambungan telepon, petugas itu dengan entengnya mengatakan, tabung tersebut bisa ditukar jika isi gas di dalamnya masih banyak.
HARUS KLARIFIKASI
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung Lunggana, geram dengan temuan tersebut. Ia mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus ini. “Bukan tidak mungkin ini terjadi di wilayah lain,” tegasnya.
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan, Pertamina harus segera mengklarifikasi jika memang ditemukan adanya tabung gas berisi air. “Jangan diam saja,” desaknya.
Ia menjelaskan, gas memiliki bahan dasar air, namun ia tak mengetahui apakah kedua material tersebut bisa bercampur di dalam tabung. Oleh karenanya Pertamina harus menyelidiki temuan tabung gas diduga berisi air tersebut. (pk)
