• Latest News

    19 June 2016

    KPK Kumpulkan Informasi Terkait Dugaan Aliran Dana Rp30m ke Teman Ahok

    Jakarta, INDIKASINews -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengumpulkan informasi mengenai dugaan adanya aliran dana sebesar Rp30 miliar ke Teman Ahok. Teman Ahok adalah kelompok pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mendatang.

    "KPK tengah melakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) di Dumas (Bagian Pengaduan Masyarakat). Kalau menurut tim lidik (penyelidikan) perlu dinaikan ke penyelidikan, baru akan dinaikan ke penyelidikan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Jumat (17/6/16).

    KPK tengah menelisik sumber dana Teman Ahok yang diduga mencapai sebesar Rp 30 miliar. Politikus PDI Perjuangan, Junimart Girsang, menyebutkan uang tersebut berasal dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta yang diberikan melalui Sunny Tanuwidjaja, staf khusus Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Junimart tak menjelaskan lebih spesifik pengembang yang disebutkannya itu. Ada sepuluh perusahaan yang sedang membangun pulau di Teluk Jakarta. “Ini kasus besar, kami sedang menelusuri siapa yang terlibat,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, 16 Juni 2016.

    Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang menanyakan tentang informasi adanya Rp30 miliar untuk Teman Ahok. "Kami dapat info, ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyru‎s," kata Junimart saat rapat.

    Sebelumnya, salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastono membantah informasi mengenai dugaan aliran Rp30 miliar ke Teman Ahok. "Kami kaget sih dengan berita tersebut, tapi kami siap jika harus diselidiki KPK, kita oke dan enggak ada masalah," ujar Singgih melalui sambungan telepon dengan wartawan, Kamis 16 Juni 2016.

    Tinggalkan Teman Ahok
    Kasus Teman Ahok ini ditengarai membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resah. Mantan Bupati Belitung Timur ini dikabarkan akan meloncat ke partai politik untuk maju pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Pasalnya, Ahok kembali menyatakan jika verifikasi calon perseorangan mulai menyulitkannya.

    Kebimbangan Ahok ini tak lepas dari sudah cukupnya dukungan parpol Nasdem, Hanura dan Golkar. Namun sang Gubernur DKI ini tetap menunggu kinerja dari Teman Ahok yang mengumpulkan fotokopi KTP.

    "Kalau satu juta (fotokopi KTP) jelas, kita mungkin akan tanya kepada Teman Ahok, Ahok-Heru ini mau melalui verifikasi sulit atau melalui partai. Tapi partai juga saya belum tentu dapat kan soalnya Golkar juga belum tentu kasih nih," ujar Ahok Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/16).

    Ahok melanjutkan, jika jadi bertemu dengan Teman Ahok, dia pun akan kembali mempertanyakan dengan serius soal dukungan dari Teman Ahok.

    "Mesti tanya sama mereka, yang pasti dalam pikiran saya nih, kita ngomong dengan mereka, Anda mau saya jadi Gubernur atau tidak gitu. Kalau saya memang nothing to lose. Kalau Anda niat saya jadi Gubernur, Anda mau tempuh jalan susah apa jalan mudah," tukasnya.

    Ahok beralasan jalur perseorangan adalah jalan sulit karena harus menandatangani puluhan ribu data. Namun untuk jalur parpol sangatlah mudah."Kalau jalan perseorangan, saya mesti tanda tangan puluhan ribu, kalau pakai partai misalnya Golkar dukung, cuma butuh 3 materai. Nah kamu mau tempuh yang mana," tukasnya. (ht-asp)
    Scroll to Top