• Latest News

    03 October 2015

    Pemerintah Tidak Transparan, Tetapkan Harga BBM

    Jakarta, INDIKASI News -- Pemerintah dinilai belum transparan dalam menetapkan harga BBM. Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Mamit Setiawan, juga mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) seharusnya sudah turun sebesar Rp1.000/liter. Misalnya solar menjadi Rp5.900, bukan Rp6.900 per liter.

    “Mengacu dalam pengehitungan cost plus alfa dari harga BBM tersebut, mestinya bisa turun, atau lebih murah. Jadi, ini kan masih sangat jauh, masih belum transparan perhitungannya,” kata Mamit dalam diskusi dengan Forum Wartawan Industri, kemarin.

    Dia menjelaskan, masyarakat sudah seharusnya diberikan pendidikan untuk bisa melakukan perhitungan sendiri harga BBM. Dengan demikian, masyarakat akan mampu menilai apakah yang telah dilakukan pemerintah sudah tepat atau tidak.

    Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada hari ini, Rabu (30/9)

    “Pemerintah menetapkan harga BBM tetap,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja, kepada wartawan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

    Dengan begitu, harga premium penugasan di luar Jawa-Madura-Bali (Jamali) masih sebesar Rp7.400 per liter. Harga solar pun tetap sebesar Rp6.900 per liter.

    “Ini keputusan pemerintah untuk menjaga kestabilan perekonomian, ketenangan dunia bisnis, perencanaan ke depan masing-masing dunia bisnis,” kata dia. (pk)
    Scroll to Top