• Latest News

    21 October 2015

    Mendikbud Ancam Copot Kepala Sekolah Jika Ada Kekerasan Anak

    Jakarta, INDIKASI News -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, mengatakan, bahwa peristiwa kekerasan terhadap anak terjadi sebagian besar di sekolah. Sekolah sering menjadi hilir karena disanalah berkumpul anak-anak setiap hari lebih dari 50 juta anak per hari.

    Ketika ada masalah di hulunya, kata Anies, baik itu di rumah maupun di lingkungannya, maka sekolah sering menjadi hilir dari tempat munculnya masalah itu.

    Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat sejumlah langkah untuk meminimalisir kasus-kasus kekerasan terhadap ada, atau yang dilakukan oleh anak-anak sekolah.

    Langkah-langkah itu antara lain, membuat interaksi lebih intensif antara walikelas dengan orangtua.

    “Mulai semester ini wali kelas harus berinteraksi dengan orang tua secara intensif. Kita menggariskan bukan sekedar pembagian rapost tetapi komunikasi antara orang tua dan wali kelas,” kata Anies kepada wartawan seusai rapat terbatas (ratas) penanggulangan kekerasan terhadap anak, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/10) petang.

    Selanjutnya, sejak tahun ini dibuat direktorat khusus tentang orang tua.

    Dan yang terakhir, bila terjadi peritiwa kekerasan maka akan diberikan tindakan tegas kepada sekolah dan guru yang membiarkan gejala-gejala kekerasan berujung pada kekerasan.

    Menurut Anies, seperti dilansir laman resmi Setkab RI, hampir selalu peristiwa kekerasan itu ada gejala-gejala, jarang sekali mendadak. Tetapi yang sering terjadi adalah gejala tersebut didiamkan sehingga menjadi peristiwa.

    “Dengan begitu sekolah yang mendiamkan akan diberikan tindakan, arahan Presiden juga begitu, jadi kita akan membuat aturan kepala sekolah akan dicopot atau diberhentikan jika membiarkan kekerasan dan juga guru akan mendapatkan sanksi,” tegas Anies. (ht)
    Scroll to Top