Jakarta, INDIKASI News -- Korban kebakaran Pasar Lama Cikarang, Bekasi, Jawa Barat menduga peristiwa ludesnya kios dan loas mereka pada Kamis dinihari (1/10), diduga bukan musibah murni.
“Ada sebelumnya penolakan sejumlah pedagang soal revitalisasi pasar,” ujar Kirno, salah satu pedagang di sana.
Pasar ini akan direvitalisasi pada tahun depan. Namun hingga kini belum ada kesepahaman antara pedagang dan pengembang proyek. Persoalan revitalisasi pasar seolah tak pernah usai. Setelah sebelumnya berkutat dengan persoalan pemenang lelang yang belum didapat selama bertahun-tahun, kini masalah lain kembali muncul.
Masalah yang muncul kali ini soal kesepahaman yang belum didapat antara pedagang dan pengembang proyek revitalisasi pasar.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar mengatakan, pengembang yang menggarap revitalisasi Pasar Cikarang harus memperhatikan pedagang. Salah satu poin yang harus diperhatikan yakni memberikan harga sewa kios sesuai dengan kemampuan pedagang.
“Ini kan harus disesuaikan dengan konsep kemampuan pedagang itu sendiri, baik tata ruang, harga yang terjangkau untuk pedagang,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pasar pada Dinas Pasar Kabupaten Bekasi, Ferry Ferdian mengatakan, revitalisasi Pasar Cikarang akan dimulai pada 2016. Namun, sebelum pembangunan dimulai, kata dia, pihak pengembang harus menunggu keputusan dari Tim Kordinasi Kerja Sama Daerah (TKKD).
“Sudah melalui tahapan seleksi (pengembang) tahapan selanjutnya sesuai dengan aturan harus masuk ke Tim Kordinasi Kerja Sama Daerah,” ucapnya.
Pembangunan Pasar Cikarang dibangun tidak menggunakan APBD, melainkan dana dari pengembang dengan nilai investasi Rp 570 miliar. Kata dia, revitalisasi pasar dikarenakan sulitnya penataan di lokasi pasar tersebut.
PADAM
Kebakaran yang melumatkan ratusan kios dan lapak di Pasar Cikarang, berhasil dipadamkan pada pukul 04:15, sejumlah pedagang berusaha mencari sisa barang yang tidak terbakar.
“Api dari arah pangkalan angkot dan tahu-tahu membesar,” ujar Amirulllah, pedagang soto ayam di depan gerbang, saat dihubungi Wartawan.
Amir menyebutkan dirinya datang ke warung sotonya sekitar pukul 04:00 dan api sudah membesar.
Kobaran api membuat panik pedagang, mereka berusaha menyelamatkan barang-barangnya dan berusaha menerobos asap pekat.
Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan baik dari Pemkab Bekasi dan Kawasan inudustri Jababeka, Cikarang serta Kota Bekasi “Api berhasil padam, dua jam kemudian,” ujar Karya, petugas pemadam kebakaran Pemkab Bekasi.
Polresta Bekasi Kabupaten segera memasang garis polisi dan memeriksa beberapa saksi. (pk)
