• Latest News

    04 October 2015

    Di DKI 25 Kelurahan Kekurangan Air Bersih

    Jakarta, INDIKASI News -- Musim kemarau berkepanjangan, tidak hanya berdampak pada menurunnya volume air baku, tetapi juga memburuknya kualitas air sungai yang menjadi sumber air baku.

    Pengelola air bersih PT Palyja terpaksa menurunkan produksi air hingga 50 persen, sehingga warga di 25 kelurahan di DKI bakal kekurangan kucuran air bersih.
    Melihat kondisi yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini, operator air bersih PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mengimbau pelanggan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk menghemat air.

    Meyritha Maryani, Corporate Communications and Social Responsibilities Division Head Palyja, mengatakan, saat ini, kualitas air baku dari Sungai Krukut yang memasok kebutuhan air pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak memburuk. “Tingkat polutan terlarut sudah melampaui batas aman dan terlalu tinggi untuk diolah oleh IPA Cilandak,” jelasnya.

    Menjaga kualitas air bersih kepada pelanggan, Palyja harus menurunkan produksi 50 persen dari normalnya 400 liter/detik menjadi 200 liter/detik. Tindakan tersebut mengakibatkan gangguan pasokan air bersih kepada pelanggan di wilayah Jakarta Selatan. Dengan kata lain, pelanggan akan kekurangan pasokan air bersih.

    Adapun kawasan di Jakarta Selatan yang kekurangan air bersih adalah Jati Padang, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Gandaria Selatan, Cilandak Barat, Cipete Selatan, Gandaria Utara, Cipete Utara, Pulo, Duren Tiga, Kalibata, Pengadengan, Rawajati dan sekitarnya.

    Mengantisipasi gangguan pasokan air bersih kepada pelanggan, Palyja telah berkoordinasi dengan PDAM Jaya dan Aetra untuk mendapatkan tambahan pasokan air baku sebesar 150 liter/detik.

    “Tetapi karena pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur sangat fluktuatif, maka air yang diterima oleh Palyja tidak dapat mengkompensasi penurunan produksi IPA (Instalasi Pengolahan Air) Cilandak,” ujarnya.

    TAMAN KOTA

    IPA Taman Kota di Jakarta Barat yang mengolah air dari sungai Cengkareng Drain juga beberapa kali pemberhentian produksi dalam satu bulan terakhir ini.

    “Musim kemarau panjang menyebabkan surutnya air sungai dan rendahnya permukaan air. Sehingga terjadi intrusi air laut ke intake IPA Taman Kota yang berjarak sekitar 8 kilometer dari laut,” paparnya.

    Kondisi ini menyebabkan tingginya Total Dissolved Solis (TDS). Karena itu, untuk menjaga kualitas air bersih yang dihasilkan, Palyja terpaksa menurunkan bahkan menghentikan produksi di IPA Taman Kota.

    Tindakan ini pun membuat pengurangan pasokan air bersih di wilayah Jakarta Barat, seperti Kembangan Utara, Rawa Buaya, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kalideres, Kapuk, Pegadungan, Taman Kota, Rawa Buaya, Tegal Alur, dan Kamal.

    Mengkompensasi penurunan bahkan penghentian produksi IPA Taman Kota, Palyja mengerahkan mobil-mobil tanki untuk dapat terus melayani pelanggan. (pk)
    Scroll to Top