• Latest News

    14 October 2015

    Berpeluang Besar Untuk Ahok 2017 Jadi Gubernur DKI Lagi

    Jakarta, INDIKASI News -- Peluang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk terplih kembali menjadi gubernur DKI dalam Pilkada yang digelar Februari 2017 lebih tinggi, dibandingkan lawan-lawannya.

    Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang disampaikan di Jakarta, Rabu (14/10/2015) oleh Direktur Eksekutif SMRC Dr Djayadi Hanan. Dalam pemaparan hasil tersebut juga menampilkan pembicara, tiga politisi, Eva Kusuma Sundari (PDIP), Akbar Faisal (Partai NasDem) dan Martin Hutabara (Partai Gerindra).

    Dalam survei ini, mayoritas responden mendukung Ahok kembali memimpin DKI Jakarta. Ahok mendapat dukungan sebesar 23,5 persen, sedangkan Ridwan Kamil 3 persen, dan Fauzi Bowo atau Foke 2,1 persen. Sementara nama lain yang terbuka kemungkinan bisa menjadi calon lawannya, seperti Tri Rismaharani, Abraham Lunggana, Sandiaga Uno di bawah 2 persen.

    Djayadi mengatakan faktor yang menentukan keunggulan Ahok adanya evaluasi positif dari masyarakat terhadap kinerjanya. Mayoritas responden menyatakan puas atas kinerja Ahok mencapai 64 persen, dan masyarakat yang menilai baik atau sangat baik atas pelaksanaan pemerintahan 46 persen, jauh dari mereka yang menilai buruk 16 persen.

    Ia menambahkan 85 persen responden menilai layanan di kelurahan dan kecamatan sangat baik, begitu juga kondisi keamanan dalam kepemimpinan Ahok di DKI juga sangat baik mencapai 72 persen responden, penilaian baik masyarakat juga atas sarana dan prasaran gedung sekolah 84 persen responden, kondisi jalan raya 73 persen, kondisi rumah sakit dan Puskesma 87 persen, pelayanan ketersediaan air bersih mencapai 81 persen dan paling kecil adalaha keteraturan pedagang kaki lima hanya mencapai 51 persen responden.

    Dalam soal dukungan dari segi agama, Djayadi menjelaskan Ahok mendapatkan dukungan dari mereka yang beragama Islam 19 persen, lebih unggul daripada M Ridwan Kamil yang mendapatkan 3 persen, Fauzi Bowo 2 persen. Namun demikian, Djayadi mengungkapkan calon lain masih terbuka untuk lebih unggul dari Ahok karena waktu masih 1,6 tahun lagi menuju Pilkada, dan hasil survei ini juga tidak menunjukkan keunggulan Ahok yang fantastik.

    Survei SMRC ini dilakukan dengan metodologi wawancara terbuka lewat tatap muka di lapangan pada 18-23 Agustus 2015. Wawancara terbuka itu dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia di Jakarta yang sudah berumur 15 tahun ke atas atau yang sudah menikah. Melalui multistage random, responden yang diwawancara sebanyak 800 orang. Dari 800 responden itu, yang dapat diwawancarai secara valid sebanyak 631 orang atau 79 persen dengan margin of error plus minus 4 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

    Namun, para pembicara dalam acara mencatat minus dari Ahok adalah sampai sekarang belum adanya partai politik yang akan mengusungnya di Pilkada 2017, kecuali Partai NasDem. Selain itu, minus lainnya Ahok adalah gaya bicaranya perlu ada lembaga khusus yang mengatur komunikasi Ahok dengan masyarakat. Selain itu, soa kasus Tanah Rumah Sakit Sumber Waras yang juga mungkin akan mengganjal Ahok dalam Pilkada nanti. (pk)
    Scroll to Top