• Latest News

    09 October 2015

    Disinyalir Notaris SE Telaumbanua Tidak Pahami Etika Kenotarisan, Terkait Akte Jual Beli

    Gunungsitoli, INDIKASI News -- Kisruh perebutan soal harta warisan Hotel Soliga Kota Gunungsitoli antara dua kakak beradik Philip Gan dan Venny Gan yang kini berujung di Pengadilan Negeri Gunungsitoli ternyata merembes kepada si pembuat akte jual beli yakni Notaris SE Telaumbanua.


    Akte jual beli tanah dan aset Hotel Soliga antara Gandra Quin dan Philip Gan ( Bapak dan anak-red) yang dikeluarkan oleh Notaris SE Telaumbanua menyisakan sejuta tanda tanya bagi Venny Gan, bagaimana tidak, akte tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dan persetujuan Venny Gan sebagai anak Kandung dari almarhum Gandra Quin.


    “Saya tidak pernah diminta persetujuan oleh Notaris SE Telaumbanua untuk menandatangani akte jual beli tersebut, namun akte jual beli kok diterbitkan oleh Notaris!, saya merasa bahwa ada permainan antara Philip Gan dan Notaris. Karena itu saya keberatan atas pembuatan akte Jual beli yang diterbitkan oleh Notaris SE Telaumbanua. Harapan saya agar penegak Hukum memeriksa Notaris SE Telaumbanua sesegera mungkin,” ujar Venny berapi-api.


    “Bila mengacu pada undang-undang perkawinan maka anak perempuan juga punya hak yang sama dengan anak laki-laki, kenapa dalam akte jual beli notaris SE Telaumbanua tidak meminta persetujuan saya?. Apakah karena saya anak perempuan kemudian diabaikan hak saya?,” ujar Venny.


    Ketika dikonfirmasi kepada Notaris SE Telaumbanua, di kantornya yang bersangkutan selalu menghindar dan tidak mau bertemu dengan awak media, Pengamat hukum kota Gunungsitoli D. Mendrofa SH, mengatakan bahwa dalam undang-undang perkawinan baik anak perempuan maupun laki-laki mempunyai hak dan kedudukan yang sama di depan hukum, maka ketika ada pengalihan hak jual beli tanah dan aset Hotel Soliga antara Gandra Quin sebagai bapak dan Philip Gan sebagai anak, maka seharusnya diminta persetujuan anak kandung yang lain.


    Saat diperhatikan dengan seksama akte Jual beli dimaksud, terlihat hanya persetujuan anak lelaki saja, sementara Venny Gan tidak ada, Kasus sudah bergulir di pengadilan, semoga yang benar tetap benar, yang bermain api biarlah terbakar dengan apinya sendiri. (az)
    Scroll to Top