• Latest News

    04 October 2015

    Gerindra : PDIP Mimpi, Rakyat Tak Terganggu Rupiah Anjlok

    Jakarta, INDIKASI News -- Waketum Gerinda, Arief Poyuono mengaku kasihan melihat kondisi negara saat ini. Pasalnya ditengah morat maritnya ekonomi nasional, parpol pengusung pemerintah yakni PDI P justru meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika khususnya bagi para wong cilik.

    "Ini seperti orang yang lagi mimpi di siang bolong kalau Krisis Ekonomi yang saat ini terjadi tidak berpengaruh pada rakyat kecil atau Wong cilik atau mungkin PDIP sudah tidak jadi partainya Wong Cilik lagi ya karena sudah budeg dan tidak punya lagi sense of Economy Crisis . Sebab Krisis Ekonomi saat ini tidak sama dengan krisis 1998. Dan kami merasa kasihan dengan situasi ini," kata Arief kepada Harian Terbit, Jumat (2/10/2015).

    Presiden Joko Widodo (Jokowi)
    Menurut Arief, krisis Ekonomi saat ini lebih parah berdampak semua lapisan masyarakat mulai dari konglomerat hingga masyarakat kecil.

    Untuk Konglomerat, sambung dia, sudah banyak perusahaan yang default untuk membayar utang di Bank baik Bank dalam negeri Dan utang Bank luar negeri.

    Dan untuk masyarakat menengah penghasilannya sudah tidak dapat disisikan sebagai tabungan serta banyak menunggak pembayaran kartu Kredit Dan Kredit konsumen lainya seperti pembayaran cicilan Mobil Dan Rumah atau apartemen mewah.

    Sedangkan untuk masyarakat kecil atau Wong cilik yang bekerja disektor formal sudah banyak yang di PHK dan dirumahkan mencapai 470.000 Pekerja. Dan untuk masyarakat kecil yang berwirasawta atau bekerja disektor informal sudah banyak yang menutup usahanya.

    Untuk itu Arief menyatakan apa yang dikatakan oleh PDI P itu salah dan menunjukan PDI P tidak peduli dengan keadaan Wong cilik yang sudah makin terhimpit kehidupan ekonominya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

    "Tolong jujur dong jangan bohongi rakyat ,Dollar sudah makin perkasa terhadap rupiah Dan eksport komoditi makin nyunsep serta import bahan pangan makin gila gilaan serta menurunnya import bahan baku Industri kok dibilang tidak pengaruh. Bohongi besar kalau daya beli masyarakat kecil masih kuat," tukasnya.

    Seperti diketahui, Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDI P) Olly Dondokambey meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika.

    "Rakyat tidak terganggu dengan nilai dolar. Rakyat masih punya kemampuan membeli. Perekonomian masih tetap berjalan," kata Olly, Selasa (29/9/2015). Bendahara Umum PDI P ini mengatakan, anjloknya Rupiah tidak akan menyentuh masyarakat kecil. Saat ini kata dia, daya beli masyarakat masih cukup tinggi.

    "Hal itu (krisis) berpengaruh kepada para pengusaha," sambungnya.

    Pemerintah, kata dia, memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan alokasi belanja modal, penyertaan modal BUMN, dan stimulasi beberapa progam unggulan terkait Nawacita.

    "Pemerintah menaikkan target penerimaan pajak cukup tinggi sehingga mendobrak kemandegan penerimaan pajak yang statis sepanjang 10 tahun terakhir," ungkapnya.

    Ia berharap, anggaran pedesaan harus segara diserap ke daerah. "Transfer dana ke daerah harus segara," tandasnya. (ht)
    Scroll to Top