Jakarta, INDIKASI News -- Presiden Jokowi harus melepas bayang-bayang pemimpin partai politik dalam membenahi roda pemerintahannya. Terutama menyangkut pemilihan menteri dalam reshufel yang bakal dilakukan.
Menurut Budiyatna, Guru besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), hal tersebut menjadi syarat bagi Jokowi apabila ingin memperbaiki keadaan serta meningkatkan kinerja pemerintah.
“Jokowi harus berani menentukan sikapnya sendiri serta memilih orang-orang yang tepat, serta posisinya juga tepat. Jokowi jangan lemah, harus tegas tentukan menteri pilihannya sendiri dan pilih yang bagus-bagus,” kata Budiyatna, Selasa (5/1/16).
Selain itu Budiyatna juga mengingatkan apabila hal tersebut tidak dilakukan maka bisa dikatakan Nawacita akan berubah dukacita. Karena itu, agar arah pembangunan sesuai dengan konsep yang telah dirancang, maka Jokowi harus tegas dan fokus, dan tidak lagi menetapkan menteri sesuai dengan pesanan orang-orang sekelilingnnya itu.
Mengingat menteri-menteri yang kinerja dinilai tidak masksimal merupakan orang-oarng partai politik pendukung pemerintah. Terutama orang dekat dari ketua umum partai politik, Surya Paloh, Jusuf Kalla dan Megawati.
Budiyatna juga menambahkan bahwa Jokowi juga harus berani mengganti Sofyan Djalil dan beberapa menteri lain yang juga layak diganti adalah Menteri BUMN Rini Soemarno.
“Rini kan ada hubungan dengan RJ Lino. Lino-nya kan bersalah. Lagi-lagi, ini juga orang-orang yang dekat dengan JK,” katanya.
Selanjutnya, tegas Budiyatna, di jajaran Kebinet Kerja yang pantas diganti adalah Jaksa Agung HM Prasetyo. Prasetyo tidak mungkin bersikap adil sebab dia adalah anak buah dari Surya Paloh. “Dia orangnya Surya Paloh. Kini kan sudah ramai juga ribut-ribut soal dia. Dia harus diganti,” paparnya. (pk)
