Jakarta, INDIKASI News -- Saat ini peredaran narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat. Para bandar tidak segan melakukan kekerasan dan membunuh untuk mengedarkan barang haram tersebut. Tidak heran beberapa waktu lalu ada polisi yang gugur dalam tugasnya ketika hendak menangkap bandar narkoba.
Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mendukung langkah tegas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk berperang melawan jaringan narkoba. Apalagi beredar kabar, bandar dan gembong narkoba masuk kelompok jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan mendanai aksi teror di Indonesia.
"Negara khususnya Polri jangan mau kalah perang melawan narkoba. Sebab narkoba sama bahayanya dengan terorisme, apalagi ini ada kabar gembong narkobanya malah danai aksi teroris," ujar Ketua Dewan Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Kamis (21/1/16).
Willy menyerukan kepada penegak hukum yang bertugas agar tidak ragu menggunakan senjata api untuk melawan bandar narkoba. Sebab, saat ini para bandar narkoba semakin ganas dan berani melawan petugas yang mengusik bisnis haramnya. Oleh karena itu, terang dia, apapun dilakukan bandar narkoba agar bisnisnya langgeng.
"Demi penegakan hukum, polisi harus tegas. Anggota polisi juga tidak usah ragu-ragu gunakan senjata api. Bila perlu tembak mati ditempat jika mereka lakukan perlawanan. Dalam keadaan terancam, polisi diperbolehkan untuk melumpuhkan dengan senjata api. Jadi jangan takut HAM," ungkapnya.
Willy juga mengapresiasi langkah Kapolres Metro Jakarta Barat (Jakbar) Kombes Pol Rudy Heryanto Adi Nugroho yang telah melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) narkotika dan launching mobile toilet Satuan Reserse Narkoba untuk mendukung operasi narkoba di tempat-tempat hiburan, sekolah-sekolah dan kantor-kantor.
"Pemusnahan BB 18 kg Narkotika jenis sabu dan 141.400 butir ekstasi dilakukan oleh Kapolres yang disaksikan oleh Kejaksaan Negeri Jakbar, Puslabfor Mabes Polri, media dan tokoh masyarakat patut didukung semua pihak. Ini adalah pernyataan perang terhadap narkoba dan kejadian penembakan terhadap anggota itu tidak menyurutkan tekadnya untuk memberantas narkoba," pungkasnya. (ht)
