• Latest News

    26 April 2015

    Pemprov DKI Menghapus 268 Anggaran Senilai Rp 3,62 Triliun

    Jakarta, INDIKASI News -- Setelah menyusun ulang hasil koreksi APBD oleh Kementerian Dalam Negeri, Pemprov DKI Jakarta menghapus dan mengurangi 268 anggaran dengan nilai Rp 3,62 triliun.

    “Jumlah dan nilai tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan antara Pemprov DKI dengan Kemdagri,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawaty, Sabtu (25/4).

    Seperti diketahui, Kementerian hanya menyetujui APBD 2015 sebesar Rp 69,3 triliun. Sedangkan Pemprov DKI mengusulkan anggaran sebanyak Rp 72,9 triliun. Sehingga ada selisih nilai sekitar Rp 3,6 triliun yang harus dihapus.

    Menurut Tuty, kegiatan yang dipotong, atau dihapus menyentuh sejumlah proyek pembangunan.

    “Yang pasti ratusan kegiatan yang dananya dicoret dan dihapus itu telah melalui pertimbangan yang matang dan tidak akan mengganggu pelayanan publik bagi warga. Juga berdasarkan arahan dari Pak Gubernur juga,” ujarnya.

    Adapun beberapa kegiatan pembangunan dengan dana besar yang dipotong antara lain
    - Pembebasan lahan untuk ruang terbuka hijau dipotong sekitar Rp 903 miliar dari total pagu anggaran sekitar Rp 3,13 triliun

    - Pembangunan tanggul di Muara Karang dipotong sekitar Rp 280 miliar dari total pagu anggaran sekitar Rp 1,28 triliun

    - Pembangunan jalan layang busway Kapten Tendean-Blok M-Ciledug dipotong Rp 99 miliar dari total pagu sekitar Rp 999 miliar

    - Pembangunan reservoir dan sumur resapan di sepanjang jalan arteri dikurangi Rp 25 miliar dari total pagu sekitar Rp 29,9 miliar

    - Pos pemadam bergerak jenis karavan dan kelengkapannya dicoret. Adapun anggarannya sekitar Rp 28 miliar

    - Belanja modal pengadaan peralatan pemancar UHF dicoret. Adapun anggarannya Rp 38,5 miliar

    - Pemeliharaan gedung wali kota Jakarta Barat dikurangi sekitar Rp 9,6 miliar dari total pagu sekitar Rp 12,4 miliar

    - Pengadaan kapal pembersih sampah mutifungsi dicoret. Adapun anggarannya Rp 13,86 miliar

    - Pembangunan kantor perpusatakaan dan arsip kota Jakarta Timur dicoret, anggarannya sekitar Rp 24,7 miliar

    - Rehabilitasi total gedung SDN Lagoa 09/10 dicoret, anggarannya sekitar Rp 14,1 miliar.

    Menurut Tuty, anggaran proyek tersebut bisa dianggarkan kembali pada tahun berikutnya. (pk)
    Scroll to Top