Jakarta, INDIKASI News -- Fraksi Partai NasDem DPR mengapresiasi keikutsertaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memerangi praktik mafia pupuk di daerah. Babinsa dinilai berhasil ikut menangkap pelaku mafia pupuk di beberapa daerah, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jambi, dan Jawa Timur.
Selain menangkap mafia pupuk, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi NasDem Hamdhani menilai kehadiran Babinsa di beberapa daerah telah membantu mengedukasi para petani mengenai praktik penyelundupan pupuk. Babinsa telah diberdayakan menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
“Selain untuk membantu penyuluhan petani, Babinsa juga telah bekerja sama dengan intel dan aparat, sehingga dapat mendeteksi praktik-praktik penyelundupan pupuk,” kata Hamdhani saat ditemui menjelang Konferensi Parlemen Asia Afrika di Jakarta, Kamis (23/4).
Menurut dia, keberadaan mafia pupuk merupakan salah satu kendala pemerintah mencapai target swasembada pangan. Mafia pupuk, lanjut dia, membuat harga pupuk menjadi mahal kemudian memberatkan para petani. Ditambah lagi petani harus menghadapi kenyataan bahwa pupuk bersubsidi terbilang langka. Padahal, pupuk merupakan faktor pokok di sektor pertanian.
Hamdhani menilai praktik-praktik mafia pupuk umumnya bekerja sama dengan distributor yang menyalahgunakan wewenang. Pupuk subsidi yang harusnya untuk petani ternyata dijual ke perusahaan besar. “Selain itu modusnya juga menaikkan HET (harga eceran tertinggi) ketika sampai di tangan petani, harga yang ditetapkan misalnya Rp90 ribu per sak, petani malah harus membeli dengan harga Rp125 ribu,” ujar Hamdhani.
Fraksi NasDem di Komisi IV DPR, katanya, akan membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan, terutama beras. “Untuk itu, segala kebijakan strategis yang menyangkut prapanen seperti pupuk dan benih wajib menjadi fokus pengawasan,” pungkasnya. (pn)
