Jakarta, INDIKASI News -- Sejumlah calon penumpang busway mengeluhkan adanya perubahan rute sehubungan kegiatan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Mereka meminta kepada PT TransJakarta untuk menginformasikan terlebih dulu sehingga dipahami calon pengguna angkutan masal tersebut.
“Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, ternyata halte di Kuningan Barat dan Kuningan Timur, tidak beroperasi alias tutup. Banyak masyarakat yang kecele,” keluh Nurhayati, salah satu warga di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Keluhan senada disampaikan sejumlah penumpang lainnya. “Nunggu bis datangnya lama sekali, kami kecapekan berdiri di halte,” timpal Sumargani di halte Monas.
Dirut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Antonius Kosasih menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna setia bus Transjakarta karena layanan terganggu akibat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA). Selain dilakukan perubahan rute, waktu kedatangan bus juga melambat. Sehingga memaksa sejumlah calon penumpang harus bersabar. “Selain itu, juga ada beberapa halte yang tidak dilalui oleh bus Transjakarta karena ada rekayasa lalulintas oleh Ditlantas Polda Metro Jaya,” katanya.
Kosasih mengatakan beberapa halte yang ditutup adalah Halte Kuningan Barat dan Kuningan Timur. Penumpang tidak bisa transit di kedua halte tersebut karena jalur harus steril lantaran akan dilalui para tamu negara peserta KAA.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Perubahan rute layanan, halte yang ditutup dan perpendekan rute kami lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para tamu negara peserta KAA. Kami mohon pengertian dari para pelanggan setia bus Transjakarta,” kata Kosasih.
Kosasih menyatakan secara situasional, pihaknya akan melakukan perpendekan rute, pengalihan jalur hingga stop operasional pada waktu-waktu tertentu. Hal ini dilakukan mengikuti kondisi lajur layanan di masing-masing koridor. “Kami akan selalu melakukan update melalui media massa atau bisa dilihat melalui twitter @PT_Transjakarta, maupun laman facebook kami,” tambahnya. (pk)
“Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, ternyata halte di Kuningan Barat dan Kuningan Timur, tidak beroperasi alias tutup. Banyak masyarakat yang kecele,” keluh Nurhayati, salah satu warga di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Keluhan senada disampaikan sejumlah penumpang lainnya. “Nunggu bis datangnya lama sekali, kami kecapekan berdiri di halte,” timpal Sumargani di halte Monas.
Dirut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Antonius Kosasih menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna setia bus Transjakarta karena layanan terganggu akibat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA). Selain dilakukan perubahan rute, waktu kedatangan bus juga melambat. Sehingga memaksa sejumlah calon penumpang harus bersabar. “Selain itu, juga ada beberapa halte yang tidak dilalui oleh bus Transjakarta karena ada rekayasa lalulintas oleh Ditlantas Polda Metro Jaya,” katanya.
Kosasih mengatakan beberapa halte yang ditutup adalah Halte Kuningan Barat dan Kuningan Timur. Penumpang tidak bisa transit di kedua halte tersebut karena jalur harus steril lantaran akan dilalui para tamu negara peserta KAA.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Perubahan rute layanan, halte yang ditutup dan perpendekan rute kami lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para tamu negara peserta KAA. Kami mohon pengertian dari para pelanggan setia bus Transjakarta,” kata Kosasih.
Kosasih menyatakan secara situasional, pihaknya akan melakukan perpendekan rute, pengalihan jalur hingga stop operasional pada waktu-waktu tertentu. Hal ini dilakukan mengikuti kondisi lajur layanan di masing-masing koridor. “Kami akan selalu melakukan update melalui media massa atau bisa dilihat melalui twitter @PT_Transjakarta, maupun laman facebook kami,” tambahnya. (pk)
