• Latest News

    29 April 2015

    Mendagri Instruksikan Pemda Terapkan e-Budgeting

    Jakarta, INDIKASI News -- Untuk menghindari penyelewengan APBD baik oleh oknum anggota DPRD terlebih oleh oknum kepala daerah yang akan maju dalam pilkada serentak, Kementerian Dalam Negeri mengantisipasi dengan menginstruksikan setiap pemerintah daerah untuk menerapkan e-budgeting dan e-auditing secara bertahap mulai tahun ini.

    Hal tersebut agar APBD yang digunakan oleh daerah tepat sasaran serta akuntabel. Mendagri Tjahjo Kumolo menilai program tersebut selain bermanfaat mencegah penyelewengan dana APBD juga bermanfaat menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di daerah.

    "Kami ingin tanggung jawab keuangan di tahun 2015, rapornya tidak merah. Tahun kemarin (2014) hanya 36% daerah yang mampu mempertanggung jawabkan keuangan daerahnya" ujar Mendagri Tjahjo Kumolo seusai Upacara Peringatan Hari Otonomu Daerah, di Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4).

    Tjahjo mengatakan, pos-pos anggaran yang rawan diselewengkan dalam APBD adalah dana bansos, dana hibah, termasuk pajak. Dengan alasan itu Mendagri memerintahkan para gubernur agar dapat mengawasi dana APBD kabupaten/kota, khususnya dana yang peruntukannya untuk pilkada.

    ‘’Kami memberikan instruksi ke gubernur agar dapat mengontrol anggaran kabupaten/kota. Yang provinsi ke Mendagri, termasuk anggaran pilkada di tahun ini agar lebih tertib, ujiannya di pilkada," tukasnya.

    Tjahjo juga mengatakan biaya kampanye calon kepala daerah yang ditanggung negara, maka penyelewengan APBD makin berkurang. Ia pun meminta masyarakat dan pers mengawasi penggunaan dana hibah dan bansos agar tidak digunakan kepala daerah yang ingin mencalonkan diri kembali untuk tambahan modal politik.

    Mantan Sekjen PDIP tersebut juga meminta agar penegakan hukum oleh Kejaksaan dan Kepolisian diperkuat untuk mengawasi penggunaan APBD oleh pemerintah daerah.

    Pemprov DKI Jakarta yang pertama kali menerapkan e-budgeting sehingga mampu mendeteksi masuknya dana-dana siluman dalam APBD. Kini Polri tengah menyidik kasus pengadaan UPS bernilai miliran rupiah yang terdeteksi berkat adanya e-budgeting. (pn)
    Scroll to Top