Jakarta, INDIKASI News -- Jelang penertiban kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, mulai tampak sepi. Kawasan itu mulai ditinggal penghuninya. Ada yang pulang Kampung ke wilayah Jawa dan Pulau Sumatera, ada yang bersiap-siap ke tempat baru, rumah susun atau mengontrak rumah.
Beberapa rumah tinggal dan rumah bordil, tempat PSK melayani tamu terlihat tanpa penghuni. Seperti dilansir Harian terbit.com.
Deru suara musik dangdut yang setiap hari, terutama malam minggu hingar bingar, sudah tidak terdengar lagi. Tamu yang ingin melampiaskan hasrat seks atau sekedar menikmati minuman keras di sana sudah tidak tampak lagi.
“Jelang penggusuran dan operasi penyakit sosial masyarakat digelar Polda, tempat ini benar-benar sepi mas sudah seperti kuburan. Biasanya kalau malam Minggu ramainya bukan main. Sebagian besar penghuninya (PSK, red) pulang kampung, ada juga yang cari kosan disekitar sini,” ujar Sar, yang mengaku warga disana.
Sudah Kosong
Beberapa rumah tinggal dan rumah bordil, tempat PSK melayani tamu terlihat tanpa penghuni. Seperti dilansir Harian terbit.com.
Deru suara musik dangdut yang setiap hari, terutama malam minggu hingar bingar, sudah tidak terdengar lagi. Tamu yang ingin melampiaskan hasrat seks atau sekedar menikmati minuman keras di sana sudah tidak tampak lagi.
“Jelang penggusuran dan operasi penyakit sosial masyarakat digelar Polda, tempat ini benar-benar sepi mas sudah seperti kuburan. Biasanya kalau malam Minggu ramainya bukan main. Sebagian besar penghuninya (PSK, red) pulang kampung, ada juga yang cari kosan disekitar sini,” ujar Sar, yang mengaku warga disana.
Sudah Kosong
Komandan Kodim 0502/JU, Letkol Arm. Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan, saat ini lebih dari 30 persen penghuni Kalijodo yang masuk wilayah Jakarta Utara sudah meninggalkan lokasi.
"Sudah lebih dari 30 persen dari 54 Cafe sudah kosong. Nantinya secara bersama-sama dengan tertib kawasan ini akan berubah," ujarnya.
Hal sama juga disampaikan Komandan Kodim 0503/JB Letkol Inf. M. Asmi yang juga ikut mengamankan lokasi Kalijodo. Menurutnya, sebagian kawasan Kalijodo di wilayah Jakarta Barat sudah mulai sepi penghuninya.
"Nantinya kawasan ini kita harapkan kedepannya tertata baik dan indah, untuk kebaikan kita bersama," ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya berupaya menempuh jalur yang aman dan bertujuan baik.
"Karena siapa saja yang telah menempati tanah negara kan rakyat Indonesia juga, jadi kawasan ini terus kita jaga sampai pada saat pembongkaran. Kita harapkan semua berjalan aman dan tertib," ujar Iqbal kepada Wartawan di Jakarta, Minggu (21/2/16).
Menurut Iqbal, Kamtibmas di berbagai wilayah Ibukota harus tetap terpelihara dengan baik. "Dengan dukungan dari warga masyarakat tentunya keamanan dan ketertiban masyarakat diharapkan bersama selalu terpelihara," sambungnya.
Anak Panah
Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengungkapkan, dalam operasi penyakit sosial masyarakat (Pekat), berhasil mengamankan puluhan senjata tajam dan ratusan anak panah dilokasi tersebut. Dia heran atas temuan banyaknya senjata tajam di kawasan Kalijodo.
Pihaknya menduga sebelumnya ada persiapan untuk melakukan serangan pada petugas satpol PP saat melakukan penertiban.
"Ini jelas bentuk intimidasi, bisa sampai ada 400 anak panah di cafe yang disisir petugas, berarti mereka tengah menyiapkan penyerangan pada petugas satpol PP nantinya," ujar Rustam Effendy di Penjaringan, Minggu (21/2/16).
Walau begitu menurutnya, Pemerintah Daerah tidak akan mundur dalam melakukan penertiban kawasan tersebut.
"Kita sudah siapkan cukup unit rusunnya, makanya tadi ada 40 kepala keluarga (KK) tinjau lokasi, setelah melihat sendiri kemungkinan besar mereka bersedia karena sudah mendaftar di Posko Penjaringan," katanya.
Menurut Wali Kota, hingga kini untuk jumlah warga yang mendaftar sudah banyak. Secara bertahap, mereka akan dipindah ke rusun karena lokasi akan dikembalikan peruntukannya.
Pemprov DKI akan memindahkan sebanyak 201 KK Kalijodo ke Rusun Marunda. "Target 201 KK, karena yang terdata sejumlah itu," kata Rustam.
Tanpa Kekerasan
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi mengungkapkan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disarankan mencontoh mantan Gubernur DKI, Sutiyoso saat menutup lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta Utara. Atau mencontoh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengosongkan Gang Dolly.
"Jakarta punya pengalaman menertibkan lokalisasi seperti Kramat Tunggak di Jakarta Utara secara baik tanpa menggunakan kekerasan. Seharusnya, Pemprov DKI saat ini bisa belajar dari keberhasilan gubernur-gubernur sebelumnya. Dalam penggusuran mereka melakukannya dengan cara halus dan damai, tanpa kekerasan," kata saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/2/16). (ht-asp)
