Pangkalpinang, INDIKASI News -- Sungguh tragis para korban banjir yang sudah putus asa karena lambatnya bantuan dari pemerintah. Akhirnya mereka memilih jalan pintas untuk dapat menyambung hidup mereka dengan cara rela turun di jalan untuk meminta-minta sumbangan di jalanan.
Pemandangan ini terlihat disekitaran pintu Air Pangkalpinang. Banyak Warga yang simpatik akhirnya merogohkan kocek mereka ke dalam wadah yang disodorkan.
Saat para awak media bertanya pada salah satu warga
yang meminta di jalan-jalan sekitaran pintu air Sopi salah satu warga mengatakan sumbangan yang dikumpulkan sejak Selasa (9/02/2016) akan digunakan buat membeli keperluan pribadi dirinya dan beberapa rekan-rekan yang jadi korban banjir. Seperti pakaian, celana dalam dan makanan,"tutur Sopi.
Pasca terjadinya banjir Senin (8/02/2016) peralatan rumah tangga mereka sudah habis di landa banjir hilang dan rusak. Selain baju di badan sudah tak ada lagi yang berhasil di selamatkan dari dalam rumah saat banjir datang.
"Makanya bang kami sangat membutuhkan sekali nantinya untuk membeli pakaian, celana dalam dan kebutuhan-kebutuhan lainnya sudah habis di terjang banjir,"katanya.
Rumah yang di diaminya, tepat di seberangTaman Mandara sampai saat ini masih kebanjiran. Peralatan rumah tangga seperti kasur, meja kursi dan alat-alat elektronik lainnya sudah tak ada yang berhasil diselamatkan.
"Makanya kami akhirnya nekad meminta sumbangan langsung pada warga yang melintas di jalan sini daerah Taman Mandara,"ucapnya.
Sopi adalah seorang buruh harian pekerjaan sehari-harinya. Disinggung bantuan pemerintah kota, menurutnya belum ada. Makanan yang diterima selama banjir hanya dari para relawan-relawan saja.
"Kalau makan alhamdulillah banyak dapat nasi bungkus dari warga yang nyumbang. Selain nasi kami juga butuh yang lainnya. Bagaimana dengan nasib kami ini usai musibah banjir sebab harta benda kami sudah habis dihanyut air,"ujarnya dengan nada sedih.
Hal Senada juga dikatakan oleh warga korban banjir lainnya yang juga ikut meminta-minta sumbangan yakni Iwan yang berada di sekitaran GOR Kacangpedang. "Iwan mengaku hasil sumbangan warga nantinya diperuntukan untuk membeli celana dalam terutama para wanita. Selain itu yang mendesak seperti pembalut wanita dan bayi, gas, gula dan kopi,"terang Iwan.
"Kita meminta sumbangan bukan untuk pribadi tetapi lebih pada untuk kebutuhan yang mendesak. Apalagi kami sampai saat ini masih tetap berada di pengungsian karena rumah kami masih terendam Air. Jadi, kami berharap kepada pemerintah untuk segera membantu kami secepat mungkin,"pungkasnya. (AR)
