• Latest News

    05 February 2016

    223 Warga Ambruk Akibat Digigit Nyamuk Aedes Aegypti.

    Jakarta, INDIKASI News -- Memasuki puncak musim hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Selatan terus meningkat. Sedikitnya 223 warga ambruk akibat digigit nyamuk Aedes Aegypti.

    Selain rumah tinggal, sekolah dan lahan kosong, kawasan rentan DBD di antaranya di area Tempat Pemakaman Umum (TPU). Seperti di TPU Tanah Kusir yang memiliki lahan sekitar 27 hektar dengan 60 ribuan petak makam unit Islam, Kristen dan Budha.

    Vas bunga dan kendi yang ditempatkan ahli waris di makam banyak yang berisi air hujan dan menjadi sumber potensial tempat perkembangbiakkan jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan virus DBD.

    “Ahli waris dan keluarga kerap kali menempatkan kendi dan khususnya vas bunga untuk mempercantik makam. Namun tak sedikit terdapat jentik nyamuk,” kata Kepala Pengelola TPU Tanah Kusir, H. Rahman saat kerja bakti pembersihan makam.

    Mengantisipasi lonjakan kasus DBD di pemakaman, Rahman mengerahkan 98 pekerja harian lepas (PHL) untuk mengangkuti vas-vas bunga kosong dan dikumpulkan sekaligus dibersihkan.
    Sebagian lainnya dibalikkan supaya mencegah dari tetesan air hujan.

    Keluarga dapat mengambil kembali vas bunga tersebut, tapi disarankan supaya jangan memajang di atas makam. “Tahun lalu satu juru parkir di sini seminggu lebih dirawat karena DBD,” ujar Rahman.

    Sejumlah PHL mengaku was-was terjangkit penyakit yang dapat mematikan itu. “Saya nggak mau sakit apalagi karena DBD. Saya sudah ingatkan teman-teman supaya lebih giat lagi kerja,” ungkap Danang, satu PHL yang tinggal di Kebayoran Lama. (pk-an)
    Scroll to Top