Jakarta, INDIKASI News -- Proyek peningkatan jalan strategis dan juga jalur busway di sejumlah titik digeber. Anggaran sebesar Rp158 miliar dialokasikan.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga DKI, Yudi Febriyadi mengatakan anggaran tersebut terbagi untuk tiga perbaikan jenis jalan. Dengan rincian proyek peningkatan jalur busway pada sebesar Rp50 miliar. Sementara proyek peningkatan jalan strategis dianggarkan sebesar Rp70 miliar untuk Layer dan Rp38 miliar untuk Cold Mix Recycling by Foam Bitumen (CMRFB).
![]() |
| Ilustrasi |
Adapun sejak Juni-September 2015 ini, terhitung 15 paket proyek peningkatan jalan strategis dan jalur busway di enam koridor yang dikerjakan dengan panjang dan lebar bervariasi. Bahkan diantaranya sembilan paket proyek peningkatan jalan di ibukota telah selesai dikerjakan.
Kesembilan titik jalan tersebut terdiri dari Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Kebon Sirih, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Hasyim Ashari, Jalan Kyai Tapa, Jalan Teuku Umar, Jalan Pintu Besar Raya dan Jalan Sejajar Cengkareng Drain.
“Proyek peningkatan jalan ini dimulai sejak Juni lalu dengan metode penanganan Cold Milling, Layer, Speedcrete, Cement Treated Recycling Base (CTRB) dan Cold Mix Recycling by Foam Bitumen (CMRFB),” ujar Yudi, Senin (21/9).
Yudi melanjutkan, sampai kini enam paket proyek peningkatan jalan stategis masih terus dikerjakan seperti Jalan Jatibaru, Jalan Daan Mogot, Jalan S. Parman, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Asemka dan Jalan Suprapto. Pengerjaan peningkatan jalan di enam titik tersebut telah berkisar antara 10-30 persen dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini.
”Panjang jalan yang kita kerjakan bervariasi. Ada yang panjangnya 200 meter persegi seperti di ruas Jalan Majapahit, ada juga yang sampai 7000 meter persegi seperti di Jalan Daan Mogot,” tuturnya.
Ia melanjutkan, selain jalan stategis, pengerjaan proyek peningkatan jalan juga dilakukan di jalur busway di enam koridor yang meliputi Koridor 1, Koridor 2, Koridor 3, Koridor 4, Koridor 6 dan juga Koridor 9. Peningkatan jalan di jalur bus way itu dikerjakan dengan panjang antara 230- 2.387 meter. “Peningkatan jalur busway seluruhnya dikerjakan dengan metode penanganan Speedcrete,” tambahnya.
Yudi mengungkapkan, proyek peningkatan jalan dengan metode CMRFB merupakan penanganan stabiliasi jalan sistem daur ulang. Sementara Hot Milling mengganti permukaan dari aspal lama atau eksisting melalui penggarukan. Sedangkan metode penanganan jalan dengan Layer yakni membuat lapisan baru pada permukaan aspal jalan yang telah rusak. “Penangan dengan metode Speedcrete adalah pengecoran jalan dengan beton cepat kering,” pungkasnya. (pk)
