Jabar, INDIKASINews -- Abu Umar, terduga teroris yang ditangkap di Kampung Bobojong, Sukabumi, Jawa Barat diduga terlibat dalam perencanaan penyerangan polsek. Tim Densus 88 Antiteror sebelumnya lebih dulu menangkap satu orang terduga teroris di wilayah Cianjur.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Yusri Yunus menyebut seluruh pelaku yang ditangkap berencana melakukan aksi amaliyah dengan sasaran Polsek Cisaat, Resor Sukabumi Kota dan Polsek Cianjur Kota.
![]() |
| Ilustrasi |
"Penangkapan pertama sebelum Lebaran terhadap tersangka berinisial Rz dan Az di Cianjur kemudian dikembangkan dan ditangkap HSS pada Senin (10/7) menyusul AAB alias Abu Umar di Sukabumi pada Selasa (11/7), AAB ini warga Cianjur," ujar Yusri dalam keterangannya, Selasa (11/7/17).
Menurut Yusri HSS ditangkap di Kampung Pajaya, Desa Sindangjaya, Cipanas, Kabupaten Cianjur. Seluruh pelaku yang ditangkap berencana melakukan penyerangan Polsek Cisaat dan Polsek Cianjur Kota.
"HSS berperan sebagai penyuplai peluru kepada Rz dan Az. Mereka ada yang mengatur strategi, yang menyediakan perlatan seperti peluru dan lainnya. Rencana melakukan penyerangan menggunakan senjata api," imbuh Yusri.
Seluruh terduga teroris yang ditangkap di Cianjur merupakan sel-sel baru Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
"Ada namanya itu kelompok Garis Cianjur, mereka adalah sel-sel baru JAD, sasarannya etnis dan dua polsek tadi," imbuh Yusri. (dc-red)
