Jakarta, INDIKASI News -- Empat perempuan muda terpaksa berurusan dengan polisi setelah kepergok bersama mucikari bertransaksi untuk kencan dengan lelaki hidung belang di Depok. Sekali nge-date, anak-anak usia belasan ini dibandrol Rp600 ribu. Dari jumlah itu, mereka hanya mengantungi Rp100 ribu saja.
Mucikari Nuraini (45) baru saja menerima uang Rp600 ribu dari Riki di trotoar Jalan Margonda Raya, Depok, ketika sekelompok lelaki menyergap pada Rabu (25/11/2015). Ia kaget ketika Riki, pria yang booking kencan dengan gadis di bawah umur lewat telepon, adalah seorang polisi yang menyamar.
![]() |
| Ilustrasi |
Ia dan empat ‘anak-anaknya’ yang dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK), termasuk seorang yang berusia 16 tahun dan sedang hamil 6 bulan, pun digelandang ke Polres Depok.
Dalam pemeriksaan, dara-dara belia itu mengaku mendapat uang Rp100 ribu daru Nuraini setiap kali mendapat teman kencan. “Sehari bisa ada dua sampai tiga tamu,” ungkap satu gadis 15 tahun yang hanya tamat SMP ini, Rabu (25/11/2015) malam. “
Ia mengaku uang yang didapatnya dipakai untuk kehidupan sehari-hari. “Beli bedak atau minyak wangi juga pakai uang itu,” ungkapnya.
Meski ingin sekolah, ia tak lagi memikirkannya. Selain ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia mengaku sudah kecemplung ke dunia gelap itu.
Polisi masih memeriksa kasus itu. “Diperkirakan, masih ada anak-anak di bawah umur lainnya yang dia tawarkan kepada lelaki hidung belang,” ujar Kapolres Depok, Kombes Dwiyanto, tentang sepak terjang mucikari pemilik warung kelontong di rumahnya di Depok itu. (pk)
