Jateng, INDIKASI News -- Debat terbuka pemilihan Bupati dan wakil bupati kabupaten Rembang. Di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Rembang, Senin pagi ( 02/11/15) di mulai pukul 09.00 wib.
Adapun debat terbuka ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yaitu: pasangan nomer urut 1( H. Hamzah Fahtoni, S.H., M.Kn. dan Ridwan, S.H., M.H. ), pasangan urut nomer 2 ( H. Sunarto, S.Hut. dan Kuntum Khairu Basa, S.E.I. ), pasangan nomer urut tiga 3 ( H. Abdul Hafid dan Bayu adriyanto, S.E. )
Pasalnya, dalam debat, pasangan nomer urut 3 (tiga) dengan pasangan urut nomer 1 (satu) ada pertanyaan cukup tajam. Sedangkan pasangan urut nomer dua dalam debat hanya menjawab dan bertanya secara normatif. Sedang H. Abdul Hafid pertama kali membawa debat semakin memanas.
Ketika mendapat kesempatan pertama dari moderator yang juga Dosen Fakultas Hukum Undip yang bernama Hasyim Asyari, Hafid langsung mempertanyakan pernyataan kampanye pasangan calon nomer 1 (satu) yang akan bekerja 24 jam sehari selama 7 hari seminggu. " menurut kami itu sangat tidak logis", kata dia. Dan tidak akan berbisnis ketika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.
Hamzah mengatakan yang dimaksud bekerja 24 jam sehari selama selama 7 hari seminggu itu adalah mencurahkan waktu dan pikiran untuk kabupaten Rembang seutuhnya, dan kami akan siaga on call untuk kepentingan warga Rembang, berkantor di kecamatan merupakan bentuk pelayanan publik." Ujarnya.
Ridwan menambahi, dengan tidak berbisnis, bupati dan wakil bupati memiliki waktu penuh untuk mengurus masyarakat.
Atas pernyataan Hafid itu, pasangan calon nomer 2 ( Sunarto - Kuantum ) menegaskan juga siap bekerja untuk masyarakat 24 jam sehari selama 7 hari seminggu.
" Tidak hanya ngantor di kecamatan, kami juga mungkin saja ngantor di rumah - rumah warga". Kata Kuntum. Calon nomer 2 menegaskan juga tidak berbisnis dan akan mencurahkan waktu untuk mayarakat. " kami juga berkomitmen untuk menunjukkannya wirausaha di masyarakat sebanyak mungkin".
Dalam debat itu, moderator menanyakan kepada calon terkait komitmen terhadap tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang bersih.
Hamzah - Ridwan menegaskan akan memanfaatkan perencanaan elektronik. "Dengan mekanisme ini, semua masyarakat bisa mengontrol jalanya pemerintahan dan pembangunan yang bersih".
Sunarto - Kuntum menegaskan komitmen tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang bersih dimulai sejak dari proses pencalonannya. "Sejak awal pencalonan tidak melibatkan birokrasi. Tampa utang budi, saya bisa mengatur anggaran ini tampa intervensi dari siapapun."
Hafid - Bayu menegaskan untuk tata pemerintahan yang bersih, pihaknya akan mencanangkan E-goverment yang terbuka oleh publik. " kami akan mencanangkan e-goverment dan clean goverment yang melibatkan stakeholder". ( Ags )
