Jakarta, INDIKASI News -- Setelah dilakukan ujicoba penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada Bus Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta menetapkan pengguna KJP gratis mulai 24 Agustus mendatang. Layanan hanya pada berangkat dan pulang sekolah.
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengatakan, program ini telah diuji coba selama sembilan hari beberapa waktu lalu. Hasilnya, hanya 30.218 pemegang KJP dan orang tua pendamping yang menikmati layanan gratis Transjakarta. Sehingga, PT Transjakarta menargetkan 450.000 pemegang KJP dapat menikmati layanan itu.
“Mulai tanggal 18-21 Agustus ini, kami akan melakukan simulasi dan perhitungan kapasitas angkut kami. Agar dapat mengangkut pelajar pemegang KJP tanpa mengorbankan layanan kami kepada masyarakat luas yang selama ini telah menggunakan jasa layanan transjakarta,” kata Kosasih, kemarin.
Program ini akan mulai dilaksanakan Senin (24/8) atau tepat tujuh hari setelah hari kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia. Hanya saja, lanjut dia, program ini belum dapat diterapkan di seluruh koridor.
PT Transjakarta akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk mengetahui persebaran pemegang KJP di sekolah-sekolah sekitar koridor Transjakarta. Sistem yang digunakan untuk menjalankan program ini masih menggunakan sistem manual.
Sistem itu dengan beberapa mekanisme, yakni pemegang KJP harus memiliki KJP dan kartu pelajar sesuai namanya dengan KJP tersebut. Kemudian pemegang KJP harus mengenakan seragam sekolahnya, serta pihaknya hanya menyediakan layanan gratis Transjakarta pada jam berangkat dan pulang sekolah.
“Kami juga segera menambah kapasitas angkut kami dengan cara pengadaan jasa operator rupiah per kilometer melalui e-catalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), agar dapat meningkatkan daya angkut kami. Bukan hanya untuk para pemegang KJP tetapi juga seluruh lapisan masyarakat pengguna jasa transjakarta agar waktu menunggu di halte bisa lebih pendek,” kata Kosasih.
Ke depannya, PT Transjakarta akan bekerjasama dengan Bank DKI selaku bank penerbit KJP agar pemegang KJP dapat melakukan tapping secara elektronik di halte Transjakarta. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, kata dia, diperlukan jenis kartu combo yang membutuhkan sistem dan jaringan teknologi baru yang saat ini sedang dibangun oleh Bank DKI. (pK)
