Jakarta, INDIKASI News -- Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan, jika aksi mogok yang dilakukan para pedagang ayam di sejumlah daerah dilakukan sejak hari Senin (17/8/15) kemarin.
![]() |
| ilustrasi |
"Sejak kemarin, rencana sampai Rabu (19/8/15), pedagang ayam sepakat tidak jualan, sebagai bentuk protes dari tingginya harga yang sulit terjangkau oleh pedagang, dan mengalami kerugian cukup tinggi pasca lebaran. Tingginya harga ayam itu mulai pasca lebaran. Dan pelanggan menurun cukup drastis," kata Abdullah saat dihubungi Media, Selasa (18/8/15).
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab aksi mogok ini, yakni karena memang sektor pangan di Indonesia beberapa komoditinya masih tergantung impor. Dalam hal daging ayam, bahan baku pakannya itu katanya memang banyak yang dari impor.
"Kami sudah kroscek, kalau dari bibit sampai panen yang butuh waktu 35-40 hari, itu operasionalnya cuma Rp17 ribu per ekornya. Kalau ditambah bibit yang harganya hanya Rp5 ribu, ayam potong itu dijual dengan harga Rp30 ribu sudah untung sebenarnya," ungkapnya. (ht)
