Jakarta, INDIKASI News – Monumen Nasional (Monas) salah satu kebanggaan yang dimiliki Indonesia dimanfaatkan oleh salah satu kontraktor untuk meraup untung sebesar-besarnya.
| Keramik pelataran Monas yang belang-belang |
Menurut penelusuran indikasinews.com, di Monas jika kita memasuki jalan terowongan bawah tanah, pemandangan yang pertama kita lihat terdapat air banjir seperti air mancur yang menempel dinding marmer sebelah kiri terowongan dan tetesan air membasahi lantai di sisi kanannya yang sewaktu-waktu akan meminta korban jatuh karena lantai licin dan berair.
Begitu juga jika menaiki anak tangga menuju pelataran cawang atas. Berhati-hatilah !, karena banyak keramik anak tangga yang pecah yang sewaktu-waktu bisa merobek sepatu dan kaki pengunjung. Belum lagi lantai keramik pelataran cawang yang belang-belang yang seakan menjadi tanda bahwa pengerjaannya asal-asalan.
Sangat mengecewakan, dengan total anggaran miliaran rupiah kondisi keramik pelataran Monas belang-belang. Diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB).
Menurut data yang dimiliki redaksi indikasinews.com, pengerjaan penggantian keramik pelataran Monas untuk Tahun Angaran 2013 menelan biaya 93 persen dari total rencana anggaran sebesar Rp. 1.866.304.000,-. Dengan biaya sebesar itu, seharusnya kondisi keramik pelataran tidak belang.
Diduga lelang pengerjaan proyek tersebut fiktif. Menurut informasi yang diterima redaksi indikasinews.com perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam lelang tersebut hanya fiktif belaka, walaupun banyak perusahaan yang ikut serta dalam lelang, tetap saja hanya satu orang yang mengerjakan. Diduga perusahaan yang memenangkan lelang sudah menjadi “Titipan”.
Kondisi keramik yang tidak indah dipandang tersebut mestinya menjadi perhatian Pemprov DKI, khususnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Begitu juga dengan pekerjaan pergantian lantai dan dinding Plaza Monumen Proklamator yang menelan anggaran Rp, 1.201.679.800, diduga pengerjaannya tidak bagus nda tidak sesuai dengan spesifikasi.
Hal yang sama juga terjadi pada pekerjaan pergantian pagar monumen proklamator yang menelan anggaran Rp. 880.455.500 pada anggaran tahun 2014, pagar tidak rampung dikerjakan.
Dari hal tersebut, diduga biaya perawatan tugu Monas disalahgunakan atau ada permainan antara Kepala Pengelola Tugu Monas dan rekanan (kontraktor).
Hasil Investigasi
Menindaklanjuti hasil konfirmasi Tim Investigasi dengan Kepala Pengelola Monumen Nasional (Monas) di ruang kerjanya, yang pada prinsipnya Tidak Terdapat Permasalahan Dalam Pengelolaan Monas selama ini karena semua proses pelaksanaan kegiatan hingga pertanggungjawabannya pada tahun anggaran 2013 dan 2014 telah berjalan sesuai prosedur dan telah selesai dilaksanakan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pengelola Monas Ibu Rini Hariani, namun setelah diadakan peninjauan oleh Tim Investigasi lainnya serta beberapa media lainnya terhadap keberadaan Monas yang notabene kebanggaan yang dimiliki Indonesia ini menjadi perhatian publik.
Dari beberapa sorotan obyek yang menjadi masalah ini kemudian diungkapkan lagi oleh Tim Investigasi lebih lanjut untuk ditingkatkan penelitiannya yang lebih akurat. Dengan demikian, berdasarkan data yang diperoleh, akan ditindaklanjuti ke ranah yang lebih berkompeten.
Adapun data-data fisik yang menjadi dugaan permasalahan ini meliputi Pemeliharaan Rutin yang hingga saat berita ini dinaikkan, masih menjadi pertanyaan adalah :
1. Pemasangan / Penggantian Keramik; 2. Rembesan Air pada dinding; 3. Perawatan Pagar luar yang nampak tidak layak.
Sedangkan data-data non fisik yang diperoleh adalah data anggaran yang diperuntukkan bagi pemeliharaan Monas tersebut beserta laporan hasil, juga system pelelangan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.
Seluruh permasalahan ini akan ditanyakan kepada pihak-pihak terkait, kemudian Gubernur DKI selaku Penanggungjawab Pembangunan di tingkat Provinsi DKI ini akan dikonfirmasi untuk segera mengetahui serta mengambil langkah tegas dalam upaya memperbaiki permasalahan pada Monumen Nasional (Monas) yang merupakan kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (tim).
Hasil Investigasi
Menindaklanjuti hasil konfirmasi Tim Investigasi dengan Kepala Pengelola Monumen Nasional (Monas) di ruang kerjanya, yang pada prinsipnya Tidak Terdapat Permasalahan Dalam Pengelolaan Monas selama ini karena semua proses pelaksanaan kegiatan hingga pertanggungjawabannya pada tahun anggaran 2013 dan 2014 telah berjalan sesuai prosedur dan telah selesai dilaksanakan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pengelola Monas Ibu Rini Hariani, namun setelah diadakan peninjauan oleh Tim Investigasi lainnya serta beberapa media lainnya terhadap keberadaan Monas yang notabene kebanggaan yang dimiliki Indonesia ini menjadi perhatian publik.
Dari beberapa sorotan obyek yang menjadi masalah ini kemudian diungkapkan lagi oleh Tim Investigasi lebih lanjut untuk ditingkatkan penelitiannya yang lebih akurat. Dengan demikian, berdasarkan data yang diperoleh, akan ditindaklanjuti ke ranah yang lebih berkompeten.
Adapun data-data fisik yang menjadi dugaan permasalahan ini meliputi Pemeliharaan Rutin yang hingga saat berita ini dinaikkan, masih menjadi pertanyaan adalah :
1. Pemasangan / Penggantian Keramik; 2. Rembesan Air pada dinding; 3. Perawatan Pagar luar yang nampak tidak layak.
Sedangkan data-data non fisik yang diperoleh adalah data anggaran yang diperuntukkan bagi pemeliharaan Monas tersebut beserta laporan hasil, juga system pelelangan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.
Seluruh permasalahan ini akan ditanyakan kepada pihak-pihak terkait, kemudian Gubernur DKI selaku Penanggungjawab Pembangunan di tingkat Provinsi DKI ini akan dikonfirmasi untuk segera mengetahui serta mengambil langkah tegas dalam upaya memperbaiki permasalahan pada Monumen Nasional (Monas) yang merupakan kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (tim).